IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI PADA MATA KULIAH PKN BERBASIS PROJECT CITIZEN DI STMIK ROYAL KISARAN

Sri Rezki Maulina Azmi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan anti-korupsi pada pendidikan kewarganegaraan melalui kegiatan berbasis proyek warga negara. Ini adalah penyelidikan deskriptif yang dilakukan di STMIK Royal Kisaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasilnya adalah pelaksanaan pendidikan antikorupsi dilakukan melalui kajian masalah-masalah terkait korupsi sehingga menghasilkan panel presentasi yang terdiri dari 4 bagian yaitu masalah, kebijakan alternatif, usulan bagian solusi, dan rencana tindakan. Melalui kegiatan ini, itu dimaksudkan bahwa siswa akan memperoleh beberapa sikap yang diinginkan seperti kejujuran, perhatian, swadaya, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kerendahan hati, keberanian dan keadilan. Faktor-faktor yang mendukung pengembangan karakter siswa melalui pendidikan anti korupsi dibagi menjadi dua kategori, yaitu internal dan eksternal. Pengembangan silabus, indikator, tujuan, skenario, sumber belajar, media, model, metode, strategi pembelajaran, dan alat evaluasi perlu diperbaiki karena ada banyak kekurangan untuk dapat memperkuat karakter bangsa.

Full Text:

PDF

References


Anderson, R. H. 1985. Pemilihan dan PengembanganMedia untuk Pembelajaran. Terjemahan oleh YusufhadiMiarso, Slamet Sudarman, Yunarsih Kusdarmanto,Dewi Salma, Anung Haryono. 1987. Jakarta:CV. Rajawali.

Brooks, B. D., and Goble, F. G. 1997. The Case of Character Eduaction: The Role of the School in Teaching Values and Virtue. Los Angels: Studio 4 Production.

Budimansyah, D. (2008). Revitalisasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui praktik belajar kewarganegaraan (project citizen). Civicus, 1(2), 179–189.

Cogan, J., & Derricott, R. (Eds.). (1998). Citizenship for the 21st century: an international perspective on education. London: Kogan Page.

Hamilton-Hart, N. (2001). Anri-corruption strategies in Indonesia. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 37(1), 65–82.

Hassan, F. 2004. Pendidikan adalah Pembudayaan: dalam Pendidikan Manusia Indonesia, Jakarta: PenerbitKompas.

Heyneman, S. P. 2002. Defining the Influence of Education on Social Cohesion, International Journal of EducationalPolicy, Research and Practice Vol. 3 (Winter), pp. 73-97.

Huberman, A. M., Miles, M. B. 2009. Data Management and Analysis Method. Dalam Denzin, N. K., &Lincoln, Y. S. (Eds). 2009. Handbook of Qualitative Research, Terjemahan Dariyatno, Badrus SamsulFata, John Renaldi. 2009. Yogjakarta: Pustaka Pelajar.

Maftuh, B. (2008). Internalisasi nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Educationist, II(2), 134–143. Retrieved from http://103.23.244.11/Direktori/JURNAL/EDUCATIONIST/Vol._II_No._2-Juli_2008/7_Bunyamin_Maftuh_rev.pdf

Sutrisno. (2016). Peran ideologi Pancasila dalam perkambangan konstitusi dan sistem hukum di Indonesia. Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan, 1(1), 41–49.

Wahab, A. A., & Sapriya. (2011). Teori dan landasan Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Alfabeta.

Winataputra, U. S., & Budimansyah, D. (2007). Civic education konteks, landasan, lahan ajar, dan kultur kelas. Bandung: Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Zahabioun, S., Yousefy, A., Yarmohammadian, M., & Keshtiaray, N. (2013). Global citizenship education and its implications for curriculum goals at the age of globalization. Nternational Education Studies, 6(1), 195–206. https://doi.org/10.5539/ies.v6n1p195

Zuriah, N. 2011. Model Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal (Studi di Perguruan Tinggi Kota Malang). Disertasi tidak diterbitkan. Bandung: Pascasarjana.




DOI: https://doi.org/10.33330/jssr.v3i1.392