Peningkatan Kemampuan Guru Kelas Dalam Pelaksanaan Proses Pembelajaran Melalui Kegiatan Supervisi Akademik Dengan Teknik Individual
Abstract
Abstract: This study aims to improve the ability of teachers in the management of learning process through academic supervision with individual techniques in the State Elementary School 056639 Service Makmur district Sei Lepan Langkat district semester 2 Year Lesson 2016/2017. The results of this study show an increase in the aspect of the assessment, with an explanation of the improvement on the aspects of preparing the implementation plan at the initial conditions of 54.00 with the criteria value less increased to 66.00 with sufficient value criteria and 76.00 with good value criteria, on the aspect the implementation of learning from the average value of 55.21 with the criteria of less value increased to 65.43 with sufficient value criteria and 75.43 with good value criteria in the second cycle, on the aspect of assessment of learning outcomes from the average of 53.58 with the criteria of value less become 65,42 with enough value criterion and 77,42 with good value criterion as well as on aspect of class management from 54,83 with criterion less value become 66,83 with enough value criterion and 75,83 with good value criterion. Can be concluded the implementation of academic supervision with individual techniques proved to increase the ability of teachers in the management of learning processes in SD Negeri 056639 Service Makmur district Sei Lepan Semester 2 Year Lesson 2016/2017. Keywords: supervision, pengelolaa learning process Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan proses pembelajaran melalui supervisi akademis dengan teknik individual di SD Negeri 056639 Jasa Makmur kecamatan Sei Lepan kabupaten Langkat semester 2 Tahun Pelajaran 2016/2017. Hasil penelitian ini menunjukan menunjukan peningkatan pada aspek penilaian, dengan penjelasan peningkatan pada aspek menyusun rencana pelaksanaan pada kondisi awal dari 54,00 dengan kriteria nilai kurang meningkat menjadi 66,00 dengan kriteria nilai cukup dan 76,00 dengan kriteria nilai baik, pada aspek pelaksanaan pembelajaran dari nilai rata-rata 55,21 dengan kriteria nilai kurang meningkat menjadi 65,43 dengan kriteria nilai cukup dan 75,43 dengan kriteria nilai baik pada siklus kedua, pada aspek penilaian hasil belajar dari rata-rata 53,58 dengan kriteria nilai kurang menjadi 65,42 dengan kriteria nilai cukup dan 77,42 dengan kriteria nilai baik serta pada aspek pengelolaan kelas dari 54,83 dengan kriteria nilai kurang menjadi 66,83 dengan kriteria nilai cukup dan 75,83 dengan kriteria nilai baik. Dapat disimpulkan pelaksanaan supervisi akademik dengan teknik individual terbukti dapat meningkatkan meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan proses pembelajaran di SD Negeri 056639 Jasa Makmur kecamatan Sei Lepan Semester 2 Tahun Pelajaran 2016/2017 Kata kunci: supervisi, pengelolaa proses pembelajaranReferences
Anggoro, M. T. 2002. Metode Penelitian. Universitas Terbuka. Jakarta.
Bafadal, I. 2006. Pengelolaan Perpustakaan. Jakarta: Bumi Aksara.
Djam’an, S. & Komariah, A.. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Alfabeta: Bandung.
Glickman, C.D 2007. Supervision of Instruction. Boston: Allyn And Bacon Inc.
Kusnandar. 2007. Guru Profesional. Jakarta: PT Rajawali Pers
Mulyasa, E., 2004, Manajemen Berbasis Sekolah Konsep, Strategi, & Implementasi, Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Muslich,Masnur.2007.KTSP:Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Konstektual. Jakarta : Bumi Aksara
Pemerintah Republik Indonesia, 2005, Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Jakarta.
Permendiknas No 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
Robbins SP, at al, 2007. Perilaku Organisasi ed 12, Jakarta : Salemba Empat
Sagala, Syaiful., 2011, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Alfabeta.
Sapta, A. (2017). PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNINGTERHADAP KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA. PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 6(2).
Pakpahan, S. P., & Sapta, A. (2014). PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN CATUR MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR.
Sapta, A., & Marchi, R. F. The Development of Modelling The Way Learning In The Course of The Mathematics Curriculum of Junior High School.
Sembiring, M. A., Sibuea, M. F. L., & Sapta, A. (2018). Analisa Kinerja Algoritma C. 45 Dalam Memprediksi Hasil Belajar. JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 1(1), 73-79.
Sibuea, M. L., & Safta, A. (2017). Pemetaan Siswa Berprestasi Menggunakan Metode K-Means Clustring. JURTEKSI, 4(1), 85-92.
Suharsimi, Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta
Suharsimi, Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi. Jakarta : Rineka Cipta.
Sukmadinata, Nana Syaudih., 2005, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, Bandung : Remaja Rosda Karya.
Sulipan. 2008. Kegiatan Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Sains Reka.
Suryosubroto. 2009. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT Rineka Cipta
Tim Ditjen Binbaga Islam Depag., 2001 a, Pedoman Pengembangan Administrasi
Supervisi Pendidikan, Jakarta : Departemen Agama RI.
Bafadal, I. 2006. Pengelolaan Perpustakaan. Jakarta: Bumi Aksara.
Djam’an, S. & Komariah, A.. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Alfabeta: Bandung.
Glickman, C.D 2007. Supervision of Instruction. Boston: Allyn And Bacon Inc.
Kusnandar. 2007. Guru Profesional. Jakarta: PT Rajawali Pers
Mulyasa, E., 2004, Manajemen Berbasis Sekolah Konsep, Strategi, & Implementasi, Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Muslich,Masnur.2007.KTSP:Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Konstektual. Jakarta : Bumi Aksara
Pemerintah Republik Indonesia, 2005, Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Jakarta.
Permendiknas No 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
Robbins SP, at al, 2007. Perilaku Organisasi ed 12, Jakarta : Salemba Empat
Sagala, Syaiful., 2011, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Alfabeta.
Sapta, A. (2017). PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNINGTERHADAP KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA. PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 6(2).
Pakpahan, S. P., & Sapta, A. (2014). PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN CATUR MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR.
Sapta, A., & Marchi, R. F. The Development of Modelling The Way Learning In The Course of The Mathematics Curriculum of Junior High School.
Sembiring, M. A., Sibuea, M. F. L., & Sapta, A. (2018). Analisa Kinerja Algoritma C. 45 Dalam Memprediksi Hasil Belajar. JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 1(1), 73-79.
Sibuea, M. L., & Safta, A. (2017). Pemetaan Siswa Berprestasi Menggunakan Metode K-Means Clustring. JURTEKSI, 4(1), 85-92.
Suharsimi, Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta
Suharsimi, Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi. Jakarta : Rineka Cipta.
Sukmadinata, Nana Syaudih., 2005, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, Bandung : Remaja Rosda Karya.
Sulipan. 2008. Kegiatan Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Sains Reka.
Suryosubroto. 2009. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT Rineka Cipta
Tim Ditjen Binbaga Islam Depag., 2001 a, Pedoman Pengembangan Administrasi
Supervisi Pendidikan, Jakarta : Departemen Agama RI.