RELASI PERKAWINAN DAN KEMATIAN: ANALISIS LARANGAN PERKAWINAN TAHUN KEMATIAN MASYARAKAT JAWA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Bagus Ramadi, Zainal Arifin Purba, Farhan Manurung

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor penyebab, praktik dan pandangan hukum Islam terhadap larangan perkawinan pada tahun kematian pada masyarakat Jawa. Relasi perkawinan dan kematian dalam tradisi Jawa sangat kuat. Dua hal ini dinilai bertentangan sehingga tidak dapat dilakukan secara bersamaan meskipun dalam rentan waktu yang berbeda. Jenis penelitian kualitatif ini menggunakan metode penelitian empiris dengan pendekatan case approach. Pendekatan ini didasarkan kepada peristiwa yang terjadi atau kebiasaan yang dijalani terus menerus dan menjadi sebuah hukum (urf). Lokasi penelitian ini di Desa Sei Litur Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara yang mendalam untuk mengungkap faktor larangan perkawinan pada tahun kematian tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan masyarakat mematuhi larangan perkawinan ini karena masih patuh pada adat dan aturan leluhur. Mereka meyakini akan mala petaka bagi para pelanggarnya. Faktor lainnya sebagai bukti kepatuhan pada orangtua atau keluarga (yang sudah meninggal) dengan rasa berkabung dan tidak menyelenggarakan hajatan apapun. Secara prinsip, hukum Islam mengatur larangan perkawinan karena hubungan nasab, hubungan sepersusuan dan sebab karena terjadinya pernikahan. Larangan perkawinan karena tradisi tertentu dapat dijalankan selama tidak melanggar ketentuan hukum Islam dan tidak menimbulkan kemudharatan pada pasangan yang akan melangsungkan perkawinan.

Full Text:

PDF

References


Afif, C. S. (2023). The Prohibitions Of Javanese Traditional Marriage Jiluin Sadd Al-Dzari'ahperspective Case Study In Duren Village, Pilangkenceng Subdistrict, Madiun Regency. Shakhsiyah Burhaniyah: Jurnal Penelitian Hukum Islam.

Al-Jurjawi, A. A. (1992). Falsafah dan Hikmah Hukum Islam. Semarang: Asy-Syifa.

Bayu Adi Pratama, N. W. (2018). Pernikahan Adat Jawa di Desa Nengahan Kec Bayat Kab Klaten. Haluan Sastra Budaya.

Dahlan, A. A. (ed). Ensiklopedi Hukum Islam, Jilid 3. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.

EK. (2023, Oktober 20). Wawancara . (Bagus, Interviewer)

Endraswara, S. (2003). Falsafah Hidup Jawa. Tangerang: Cakrawala.

Firdaus, A. M. (2022). Analisis teori Maslahah Mursalah terhadap Tradisi Larangan Pernikahan Ngalor-Ngulon Masyarakat Adat Jawa. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 33.

Ghazali, A. R. (2008). Fiqh Munakahat, Cet. 3 . Jakarta: Kencana.

Hermanto, A. (2017). Larangan Perkawinan Perspektif Fikih Dan Relevansinya Dengan Hukum Perkawinan Di Indonesia. Muslim Heritage, 130.

Hosen, I. (2003). Fiqh Perbandingan Masalah Pernikahan, Jilid 1. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Janeko, U. W. (2023). Fenomena Tradisi Larangan Perkawinan Adat Mangku Dalan Dan Temu Pojok Pada Masyarakat Desa Tenggulunkecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan. JOSH: Journal of Sharia.

Jarir, A. (2018). Teori-Teori Berlakunya Hukum Islam di Indonesia. Al-Ahkam: Jurnal Hukum, Sosial dan Keagamaan.

Karmuji, S. d. (2023). Fenomena Larangan Perkawinan Adat mangku Dalan dan Temu Pojok pada Masyarakat Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten lamongan. Jurnal of Islamic Family Law, 1.

Karmuji, S. d. (2023). Fenomena Larangan Perkawinan Adat Takepek Menurut Hukum Islam. HOKI; Jurnal of Islamic Family Law, 1.

Kholik, K. (2018). Mitos-Mitos Penghalang Perkawinan Pada Adat Jawa Dalam Prespektif Hukum Islam. Jurnal Usratuna.

Mardani. (2011). Hukum Perkawinan Islam Di Dunia Islam Modern . Yogyakarta: Graha Ilmu.

MD. (2023, Oktober 29). Wawancara. (Bagus, Interviewer)

Mughniyah, M. J. (2008). Al-Fiqh ala al-Madzahib al-Khamsah, (Terj.) . Jakarta: Lentera.

Mustafid. (2021). Larangan Perkawinan Bulan Tuwun Ditinjau Menurut Maqashid Syariah . Teraju: Jurnal Syariah dan Hukum.

Nuruddin, A. d. (2023). Hukum Perdata Islam Di Indonesia : Studi Kritis Perkembangan Hukum Islam Dari Fikih UU No1/1974 Sampai KHI. Jakarta: Kencana.

PN, W. (2023, Oktober). Wawancara Penelitian. (Bagus, Interviewer)

Ramadi, B. (2023). Larangan Perkawinan Dua Perempuan Kandung Pada Tahun Yang Sama Perspektif Fikih Syafi’i (Studi Kasus Masyarakat Jawa Desa Sei Litur Tasik Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat). Medan: UIN Sumatera Utara.

Sabiq, S. (2006). Fiqh Sunnah, Cet. Ke-II . Beirut: Dar al-Fikr




DOI: https://doi.org/10.54314/jssr.v7i2.1841

Article Metrics

Abstract view : 62 times
PDF - 18 times