Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Pengembangan Silabus dan RPP Dengan Pendekatan Kooperatif
Abstract
Keyword: coaching, cooperative, competence, syllabus, learning implementation plan
Abstrak: Tujuan dari penelitian tindakan sekolah ini untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) serta mengetahui sejauh mana pembinaan profesional dengan pendekatan kooperatif dapat meningkatkan kompetensi guru. Kemampuan yang akan ditingkatkan adalah kemampuan guru dalam mengembangkan silabus dan RPP. Subjek penelitian adalah guru seluruh kelas yang berada di SD Negeri 050756 Alur Dua kec. Sei Lepan kab. Langkat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam pengembangan silabus dan RPP meningkat yakni dari nilai rata-rata dari 48,79 dengan kriteria nilai kurang pada kondisi awal, menjadi 69,96 kriteria nilai cukup pada siklus pertama dan menjadi 91,34 kriteria nilai sangat baik pada siklus kedua, dengan rata-rata klasikal sebesar 70,03 dengan kriteria nilai baik. Kesimpulannya adalah pembinaan profesional dengan pendekatan kooperatif dapat meningkatkan kompetensi guru di SD Negeri 050756 Alur Dua kec. Sei Lepan kabupaten Langkat.
Kata kunci: pembinaan, kooperatif, kompetensi, silabus, RPP
Full Text:
PDFReferences
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), 2007, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Khusus Madrasah Tsanawiyah (MTs), Jakarta: PT Binatama Raya.
Bafadal, I. (2006). Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,1995. Pedoman Pembinaan Profesional Sekolah Dasar , Dikdasmen: Jakarta
Departemen Pendidikan Nasional, 2007. Model Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di Sekolah Dasar, BNSP: Jakarta.
Departemen Pendidikan Nasional, 2007. Model Silabus di Sekolah Dasar, BNSP: Jakarta.
Departemen Pendidikan Nasional, 2007. Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SD, BNSP: Jakarta.
Departemen Pendidikan Nasional, 2008. Petunjuk TeknisPenelitian Tindakan Sekolah, Dirjen PMTK: Jakarta.
Depdiknas,2006.”Permendiknas Nomor 22 / 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas. (2005), Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ke 3. Jakarta: Balai Pustaka.
Majid, Abdul. 2005. Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muhaimin (2004). Paradigma Pendidikan Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Depdiknas (2004:7)
Mulyasa, E., 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Muslich, Mansur ((2007) ,Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontektual, Bumi Aksara: Jakarta.
Salma, Dewi, 2008. Prinsip Disain Pembelajaran (Instructional Design rinciples). Universitas Negeri Jakarta: Jakarta.
Panjaitan, D. J. (2017). Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Metode Pembelajaran Langsung. JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC, 1(1), 83-90.
Sapta, A. Perbedaan Hasil Belajar Matematika Siswa yang Diberi Umpan Balik Berupa Angka Saja Dengan Umpan Balik Berupa Angka Disertai Komentar. AGMASU Research, 1(1), 85-92.
Sapta, A. PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN ELABORASI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER.
Sembiring, M. A., Sibuea, M. F. L., & Sapta, A. (2018). Analisa Kinerja Algoritma C. 45 Dalam Memprediksi Hasil Belajar. JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 1(1), 73-79.
Sumantri, Mulyani. (1988) Kurikulum dan Pengajaran. Jakarta : Departemen Pendididkan dan Kebudayaan.
Syah, Muhibbin. (2000). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Usman, Moh. Uzer. 1994. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Article Metrics
Abstract view : 488 timesPDF - 183 times