Efektivitas Model Permainan Kolaboratif dalam Meningkatkan Sikap Penghargaan Keragaman pada Peserta Didik Sekolah Dasar
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model permainan kolaboratif berbasis jigsaw dalam meningkatkan sikap penghargaan keragaman (toleransi) pada peserta didik kelas awal Sekolah Dasar. Pentingnya model ini didasarkan pada kebutuhan mendesak untuk menanamkan nilai-nilai multikultural secara pengalaman dan interaktif di fase perkembangan sosial anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Non-Equivalent Control Group Pretest-Posttest Design). Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok kelas yang tidak diacak: Kelompok Eksperimen yang diintervensi dengan perlakuan jigsaw dan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Data sikap penghargaan keragaman dikumpulkan menggunakan instrumen skala likert yang tervalidasi dan dianalisis menggunakan Uji-t pada skor N-Gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan sikap yang signifikan antara kedua kelompok. Kelompok eksperimen (jigsaw) menunjukkan rata-rata N-Gain yang tinggi yaitu 0,75 jauh lebih unggul dibandingkan kelompok kontrol adalah 0,33. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Model Permainan Kolaboratif berbasis jigsaw terbukti sangat efektif dan direkomendasikan untuk diimplementasikan sebagai strategi utama dalam pembelajaran di Sekolah Dasar untuk membentuk karakter peserta didik yang inklusif dan toleran.
References
Arifin, Z. (2016). Strategi pembelajaran berbasis kolaboratif di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan, 15(3), 123-134.
Bambang, W. & Suhartini, L. (2018). Efektivitas model jigsaw dalam meningkatkan toleransi pada siswa SMP. Jurnal Pendidikan Multikultural, 10(1), 1-8.
Banks, J. A. (2008). An introduction to multicultural education. Pearson Education.
Chumairiyah, S. & Rosana, R. (2019). The effectiveness of jigsaw-based collaborative learning in improving student tolerance. Journal of Educational Research, 16(2), 210-220.
Hamid, A. (2020). Keragaman sosial budaya dan tantangan integrasi bangsa. Jurnal Sosial Politik, 23(3), 221-229.
Hidayat, T. (2017). Pembelajaran berbasis permainan kolaboratif di sekolah dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 22(4), 367-374.
Indah, Y. & Ahmad, I. (2020). Pengaruh permainan kolaboratif terhadap sikap inklusif di sekolah dasar. Journal of Multicultural Education, 12(1), 77-85.
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2005). The impact of cooperative learning on student achievement. Journal of Education, 34(1), 45-52.
Kurniawati, S., & Suryani, I. (2021). Jigsaw dalam pembelajaran untuk meningkatkan sikap toleransi pada anak sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Sosial, 25(2), 152-160.
Lee, J. & Lee, K. (2019). Multicultural education in Indonesia: Opportunities and challenges. Asian Education and Development Studies, 8(4), 441-453.
Lubis, S., & Setyaningrum, R. (2021). Persepsi siswa terhadap pendidikan multikultural di sekolah dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan, 24(2), 89-102.
Nasution, M. & Armia, L. (2020). Pengembangan model pendidikan multikultural di sekolah dasar. Journal of Educational Research and Practice, 5(3), 203-211.
Prasetyo, A. (2021). Peran pendidikan multikultural dalam membentuk karakter siswa inklusif. Journal of Character Education, 10(1), 91-99.
Salim, S., & Yuliana, N. (2019). Metode pembelajaran aktif dalam pendidikan multikultural. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(1), 72-85.
Slamet, H., & Wibowo, A. (2017). Penerapan model pembelajaran jigsaw dalam pendidikan inklusif. Jurnal Ilmu Pendidikan, 21(4), 455-463.
Slavin, R. E. (1995). Cooperative learning: Theory, research, and practice. Prentice Hall.
Sutrisno, M., & Wibowo, A. (2017). Pendidikan multikultural untuk meningkatkan kesadaran sosial siswa. Jurnal Ilmu Sosial, 19(2), 115-124.
Sutrisno, M., & Fauziyah, N. (2021). Pendidikan multikultural di sekolah dasar: Pengembangan model pembelajaran. Jurnal Pendidikan Indonesia, 11(1), 60-68.
Tilaar, H. (2004). Pendidikan nasional dalam era globalisasi. Grasindo.
Yamin, M. (2018). Membangun karakter inklusif di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 33-40.
DOI: https://doi.org/10.54314/jpe.v13i1.5238
Article Metrics
Abstract view : 0 times




