Peran Internalisasi Nilai Pancasila Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa: Studi Survei pada Mahasiswa FPBS UPI

Authors

  • Zaid Syahrul Mubarok Universitas Pendidikan Indonesia
  • Arfina Rahmatu Nisa Universitas Pendidikan Indonesia
  • Irmaliya Rahma Azzahra Universitas Pendidikan Indonesia
  • Muhammad Hafidz Ridho Mardinata Universitas Pendidikan Indonesia
  • Ramiz Syadza Jaura Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54314/e6mhca31

Abstract

Abstract: This study aims to identify the role of implementing Pancasila values in supporting the mental health of students at the Faculty of Language and Literature Education (FPBS), Universitas Pendidikan Indonesia, in 2025, as an effort to anticipate mental health issues that may affect students’ learning processes. This research employed a quantitative method with a survey approach, using an online questionnaire distributed via Google Forms from the 2025 cohort, with a total of 36 respondents. The research instrument utilized a Likert scale to measure mental health levels based on emotional, psychological, social, and spiritual aspects. The data analysis technique used was descriptive analysis, by calculating the mean scores for each indicator. The results indicate that the spiritual aspect obtained the highest mean score 4.39, followed by the social aspect 4.14, psychological aspect 3.78, and emotional aspect 3.56. These findings suggest that students’ mental health conditions are generally at a moderate to good level, with strengths in spiritual and social dimensions. The findings also indicate a positive tendency between the internalization of Pancasila values and students’ mental health.

Keywords: Pancasila; mental health; undergraduate

  

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran penerapan nilai-nilai Pancasila dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) di Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2025, sebagai upaya mengantisipasi terjadinya gangguan mental yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei, melalui penyebaran kuesioner daring berbasis Google Form kepada responden sebanyak 36 orang. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat kesehatan mental berdasarkan aspek emosional, psikologis, sosial, dan spiritual. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dengan menghitung nilai rata-rata (mean) pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek spiritual memiliki nilai rata-rata tertinggi sebesar 4,39, diikuti oleh aspek sosial sebesar 4,14, aspek psikologis sebesar 3,78, dan aspek emosional sebesar 3,56. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi kesehatan mental mahasiswa berada pada kategori cukup baik hingga baik, dengan kekuatan utama pada aspek spiritual dan sosial. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila memiliki kecenderungan keterkaitan positif dengan kesehatan mental mahasiswa.

 Kata kunci:  Pancasila; kesehatan mental; mahasiswa

Downloads

Published

13-04-2026