PEMETAAN KONDISI EKSISTING SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI RUMAH SAKIT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU LAYANAN DI RSIA SAYANG IBU BATUSANGKAR
DOI:
https://doi.org/10.54314/jpstm.v5i2.5329Abstrak
Abstract: Information technology is a key enabler for improving hospital service quality through accurate records, faster workflows, and reliable reporting. In small-to-medium hospitals, however, digital transformation is often constrained by undocumented IT assets, limited system integration, and uneven governance and data security practices. This community service program aims to map the existing IT condition of RSIA Sayang Ibu Batusangkar as a baseline for quality improvement planning. The activity employed field surveys, direct observation of infrastructure and applications, structured interviews with management and end users, and a short questionnaire to capture user needs and experience. The mapping produced an asset inventory, an application/SIMRS landscape with data flows, usage levels across service units, and key gaps related to integration, availability, information security, backup, and IT human resources. The results provide actionable technical recommendations and a staged follow-up plan to support continuous improvement of maternal and child healthcare services.
Â
Keyword: hospital information system, information technology, system mapping, service quality, MCH Hospital
Â
Abstrak: Teknologi informasi menjadi fondasi penting untuk meningkatkan mutu layanan rumah sakit melalui ketepatan pencatatan, kecepatan layanan, dan akurasi pelaporan. Namun pada rumah sakit skala kecil/menengah, digitalisasi sering terkendala oleh sistem yang belum terpetakan, integrasi antarmodul yang terbatas, serta tata kelola dan keamanan data yang belum seragam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan memetakan kondisi eksisting sistem teknologi informasi di RSIA Sayang Ibu Batusangkar sebagai baseline perencanaan peningkatan layanan. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, observasi infrastruktur dan aplikasi, wawancara terstruktur dengan manajemen serta pengguna, dan kuesioner ringkas untuk memotret kebutuhan/pengalaman pengguna. Hasil pemetaan menghasilkan inventaris infrastruktur, peta aplikasi/SIMRS beserta alur data, tingkat pemanfaatan oleh unit layanan, serta identifikasi kesenjangan pada aspek integrasi, ketersediaan layanan, keamanan informasi, backup, dan SDM pengelola. Temuan ini menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis dan rencana tindak lanjut yang terukur guna mendukung peningkatan mutu layanan ibu dan anak.
Â
Kata kunci: sistem informasi rumah sakit, teknologi informasi, pemetaan sistem, mutu layanan, RSIA.
Â
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit.
World Health Organization. (2021). Global strategy on digital health 2020–2025. WHO.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis.
Pemerintah Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Satu Data Bidang Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Framework FHIR. SATUSEHAT Platform Documentation.
Raharjo, T. T., Wulandari, F., & Kurniadi, A. (2024). Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) pada Instalasi Rekam Medis Rumah Sakit di Kabupaten Demak Menggunakan Model Hot-Fit. Jurnal Kesehatan, 12(1), 7–13. https://doi.org/10.25047/j-es.v12i1.493
Alamsyah, N., Daniati, E., & Ristyawan, A. (2025).Evaluasi Kesesuaian Implementasi SIMRS Khanza Berdasarkan Model Human -Organization -Technology Fit (HOT-FIT). The Indonesian Journal of Computer Science Research, 4(2), 128–138. https://doi.org/10.59095/ijcsr.v4i2.204
Kasmiati, N., Amalia, R., Yorismanto, Y., Hartono, B., & Daud, A. G. (2025). Evaluasi Kualitas Layanan Sistem Informasi Menggunakan Metode Webqual 4.0 dan Human Organization Technology (Hot) Fit. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(3), 248–252.
Chaidir, T. A. N., & Hareva, D. H. (2025). A SatuSehat Compliant FHIR R4 ECG Implementation Guide: Bridging Clinical and Informatics Domains in Indonesia. International Journal of Informatics, Information System and Computer Engineering, 6(2), 315–330.
ISO. (2022). ISO/IEC 27001:2022—Information security management systems—Requirements.
Rafiiqa, T., Khairunnisa, L., Widaningsih, R., & Fariha, A. (2024). Revolutionizing Hospital IT Security through ISO 27001. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 10(2), 513–518.