PENGGUNAAN KATEGORI FATIS PADA MASYARAKAT MINANGKABAU DI PASAR SUKARAMAI, MEDAN: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK

Authors

  • Nauza Indri Adisti Universitas Sumatera Utara
  • Salliyanti Salliyanti Universitas Sumatera Utara
  • Sugihana Sembiring Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.54314/jssr.v7i2.1842

Abstract

Pada penelitian dengan pendekatan sosiolinguistik ini, bentuk kategori fatis yang dituturkan masyarakat Minangkabau di Pasar Sukaramai  diidentifikasi menggunakan bentuk yang telah dirumuskan oleh Kridalaksana yang merincikan bentuk kategori fatis dalam tiga macam, yakni partikel, kata, dan frasa. Selanjutnya, fungsi penggunaan dari masing-masing bentuk fatis tersebut dianalisis berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Malinowski sang pelopor konsep fatis dan Jakobson. Sebelumnya telah dilakukan pengambilan data menggunakan metode simak yang diaplikasikan dengan serangkaian teknik pendukungnya. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa bentuk kategori fatis yang dituturkan masyarakat Minangabau di Pasar Sukaramai terdiri atas bentuk, partikel, paduan, kata, dan frasa. Sedangkan fungsi fatis yang ditemukan berupa; menegaskan, mengukuhkan, menekankan, mengantarai, memperhalus kritikan, meyakinkan, menciptakan keakraban, dan mengawali pembicaraan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina. (2004)Ungkapan Fatis dalam Bahasa Minangkabau†dalam (Ungkapan Fatis dalamPelbagai Bahasa) (Sutami Editor) Depok: Pusat Leksikologi dan Leksikografi.

Akbar, Nurul. 2016. Kategori Fatis dalam Bahasa Indonesia Pada AcaraIndonesia Lawak Klub di Trans 7. Skripsi. FKIP Mataram.

Chaer, Abdul. (2010). Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.

Habiburrahman & Rudi Arrahman. (2017). Kajian Sosiopragmatik tentangPenggunaaan Kategori Fatis Bahasa Sasak dalam Kesantunan TindakTutur Masyarakat Lombok. Mandalnursa. 652-661.

Handayani, Dina Fitria. 2020. Kategori Fatis dan Konteks Penggunaannya dalamBahasa Minangkabau di Kenagarian Kambang Kabupaten Pesisir Selatan. Bahastra 4, No.2 (2020:110).

Hilmiati. (2012). Bentuk Fatis Bahasa Sasak. Mbasan 6, No.9 1.

Kridalaksana, H. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama edisi ke-4.

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: USD Press.

Sutami, Hermina. (2004). Ungkapan Fatis dalam Berbagai Bahasa. Jakarta: Pusat Leksikologi dan Leksikografi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya .Universitas Indonesia.

Syahputra, Riza Khairi. (2021). Menapaki Jejak Perantau Minangkabau di Kota Medan.https://www.kompasiana.com/riza_loebis123/60213df5d541df641d642cb3/menapaki-jejak-perantau-minangkabau-di-kota-medan, diakses 12 Februari 2023.

Waridin. (2008). Ungkapan Fatis dalam Acara Temu Wicara Televisi. Disertasi: FIB Universitas Indonesia. Jakarta.

Widiana, Yuli. (2020). Tindak Tutur Fatis dan Realisasi Kesantunannya Dalam Ranah Pertemanan di Kalangan Mahasiswa Jawa di Madiun. Disertasi: FIB UNS. Surakarta.

Yusra, Hasnawatil. (2012)Kategori Fatis Bahasa Minangkabau Dalam Kaba “Rancak Di Labuahâ€.

Downloads

Published

2024-05-21

Issue

Section

Artikel

How to Cite

PENGGUNAAN KATEGORI FATIS PADA MASYARAKAT MINANGKABAU DI PASAR SUKARAMAI, MEDAN: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK. (2024). JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 7(2), 416-422. https://doi.org/10.54314/jssr.v7i2.1842

Most read articles by the same author(s)

<< < 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 > >>