Pertautan Ilmu dan Kekuasaan: Strategi Ulama dalam Menavigasi Poros-poros Politik
DOI:
https://doi.org/10.54314/jssr.v8i4.4766Abstrak
Abstract : Pertautan Ilmu dan Kekuasaan: Strategi Ulama Dalam Menavigasi Poros-Poros Politik. This study examines the interrelation between knowledge and power by highlighting the strategies of ulama in navigating political spheres in Indonesia. The focus lies on how religious scholarly authority is utilized to shape, maintain, or negotiate positions within political power structures. The study aims to understand the dynamics between religious knowledge and political interests, as well as their implications for the social legitimacy of the ulama. The research employs a qualitative descriptive approach, involving literature analysis, interviews with religious figures, and case studies of ulama involvement in contemporary politics. The findings indicate that ulama adopt adaptive strategies through moral narratives, scholarly authority, and social networks to sustain their influence amid political competition. In conclusion, knowledge and power are not separate entities but are deeply intertwined in shaping configurations of authority and legitimacy within politico religious society.
Keywords : Relation between Knowledge and Power, Ulama’s Strategies, Political Blocs
Abstract : Pertautan Ilmu dan Kekuasaan: Strategi Ulama Dalam Menavigasi Poros-Poros Politik. Penelitian ini mengkaji pertautan antara ilmu dan kekuasaan dengan menyoroti strategi ulama dalam menavigasi poros-poros politik di Indonesia. Fokus kajian terletak pada bagaimana otoritas keilmuan keagamaan digunakan untuk membentuk, mempertahankan, atau menegosiasikan posisi dalam struktur kekuasaan politik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika relasi antara pengetahuan keagamaan dan kepentingan politik, serta implikasinya terhadap legitimasi sosial ulama. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis terhadap literatur, wawancara tokoh keagamaan, serta telaah kasus keterlibatan ulama dalam politik kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama menggunakan strategi adaptif melalui narasi moral, otoritas keilmuan, dan jejaring sosial untuk menjaga pengaruh di tengah kompetisi politik. Kesimpulannya, ilmu dan kekuasaan bukan entitas yang terpisah, melainkan saling berkelindan dalam membentuk konfigurasi otoritas dan legitimasi dalam masyarakat politik-religius.
Kata Kunci: Relasi Ilmu dan Kekuasaan, Strategi Ulama, Poros PolitikUnduhan
Referensi
Airlangga Rizqya, F., & Afdholy, N. (2024). Nderek Kiai: Santri dalam ideologi politik Indonesia. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 15(2), 115–130. https://doi.org/10.31503/madah.v15i2.820
Andhika, M. R., Hamdi, S., Jailani, J., Suroto, S., Ajidan, A., & Syahputra, R. (2024). Ulama, madrasah dan legitimasi kekuasaan: Dinamika otoritas keilmuan dalam sejarah Islam. Moderation: Journal of Religious Harmony, 1(2), 63–78.
Azharghany, R., Adim, A., & Rusdi, H. R. (2022). Paradigma dakwah Islam kyai dalam kancah politik kekuasaan pasca kemerdekaan di Indonesia. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 21(2), 1–17. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v21i2.7184
Baihaqi, M. (2019). Legitimasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam kontestasi Islam politik mutakhir. Politea: Jurnal Politik Islam, 2(2), 115–130.
Bigoni, M. (2024). The influence of Michel Foucault in accounting history. Accounting History, 29(4), 1–23. https://doi.org/10.1177/10323732241243088
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Haugaard, M. (2022). Foucault and power: A critique and retheorization. Journal of Political Power, 15(3), 355–374. https://doi.org/10.1080/08913811.2022.2133803
Ichwan, M. N., Amin, F., Khusairi, A., & Andrian, B. (2024). Digitalization and the shifting religious literature of Indonesian Muslims in the era of Society 5.0. Islamic Communication Journal, 9(2), 145–163. https://doi.org/10.21580/icj.2024.9.2.22515
Ikrom, Z., & Nugraha, M. F. (2023). Literasi dakwah digital pada akun media sosial Instagram @nuonline_id. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 5(1), 45–61. https://doi.org/10.19105/meyarsa.v5i1.10817
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mualimin, M., Rofii, R., Zakarias El Bilad, C., Fathiyakan, F., & Ariska, A. (2022). Islam and Indonesian political literacy: Religious approach to political education in Sambas Regency. Southeast Asian Journal of Islamic Education, 7(2), 95–110. https://doi.org/10.21093/sajie.v7i2.8971
Nisa, E. F. (2020). The bureaucratization of Islam in Southeast Asia: Ulama and the state in contemporary Indonesia. Contemporary Islam, 14(3), 245–268.
Pujianingrum, A. N., Katiwi, S., & Khoirunisa, A. (2021). Peran ulama dalam pendidikan Islam dan implementasi hukum syariah di era digital. Hidayah: Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah, 1(2), 77–92. https://doi.org/10.61132/hidayah.v1i2.708
Ridho, A., Ningsih, W., Wahud, F., Warsah, I., & Abdul Ghofur, W. (2023). Nahdlatul Ulama as the main actor managing and resetting civilization in the digital era towards human harmony and world peace. Jurnal Sosiologi Agama, 17(2), 153–169. https://doi.org/10.14421/jsa.2023.172-03
Rian Hidayat, G., Gassing, Q., & Kurniati. (2024). The hegemony of Nahdlatul Ulama on political dynamics in Indonesia. Politea: Jurnal Politik Islam, 7(1), 56–70. https://doi.org/10.20414/politea.v7i1.10116
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syafi’i, I., Najib, M., & Mujib, A. N. A. (2023). Ulama, otoritas halal dan politik pengetahuan: Hegemoni Kemenag melalui tafsir ilmi. Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 10(1), 45–62.
Syiddik, R., & Efendi, Z. (2025). Legitimasi ulama dalam konteks politik: Studi kasus Padang Lawas Utara. Al-Muhajirin: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 55–68.
Sikumbang, A. T. (2023). Digital da’wah Indonesia: Ulema in the discourse of theology. Pharos Journal of Theology & Religious Studies, (article). (Published online 2023).




