IMPLEMENTASI TEKNIK EMBOUCHURE DAN LATIHAN LONG TONE TERHADAP PEMBENTUKAN INTONASI PERMAINAN SAXOPHONE ALTO DALAM IBADAH GEREJA OLEH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 LINTONGNIHUTA PADA KEGIATAN EVANGELISASI MINGGUAN

Authors

  • Ivanri Tampubolon Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Rowilsom Nadeak Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Roy Josep M Hutagalung Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Testi Bazarni Zebua Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Rhyky Renhard D Sihombing Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

DOI:

https://doi.org/10.54314/fpaen607

Keywords:

Alto Saxophone, Embouchure Technique, Longtone Practice, Intonation, Church Services

Abstract

Abstract: This study aims to determine and describe the implementation of embouchure techniques and longtone exercises in improving the alto saxophone playing ability of class XI students of SMA Negeri 2 Lintongnihuta. Embouchure technique, which is a coordinated mouth position that involves the lips, facial muscles, jaw, teeth, and chin to support the mouthpiece and reed vibration, so that the resulting tone is correct. Longtone exercises, which are exercises by holding one long note that is actively processed to improve stable intonation and breathing control. The problem in this study is that class XI students of SMA Negeri 2 Lintongnihuta who play alto saxophone still have difficulty in maintaining proper and clear intonation on each note played and the results achieved after implementing the technique. This study explains the practice process and the stages of implementing the technique to improve the ability to play the alto saxophone in accompanying the song "Tandai Ma Au" in weekly evangelism activities. The research method used is a qualitative approach with a descriptive approach to describe how the technique is implemented and its impact on improving students' alto saxophone playing ability. Data collection was conducted through in-depth interviews, observations, and field documentation. Research informants included eleventh-grade alto saxophone players and other relevant parties.The results showed that the application of proper embouchure techniques and structured longitudinal exercises were proven to improve students' precise intonation in saxophone playing. Through regular practice with the aid of a tuner and metronome, students were able to control their embouchure, strengthen their mouth muscles, and maintain pitch stability across various registers. This improvement was evident when these techniques were applied to the song "Tandai Ma Au" during church services.

 

Keyword: Alto Saxophone, Embouchure Technique, Longtone Practice, Intonation, Church Services

 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendiskripsikan implementasi teknik embouchure dan latihan longtone dalam meningkatkan kemampuan permainan saxophone alto pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Lintongnihuta. Teknik embouchure, yaitu posisi mulut yang terkoordinasi  yang melibatkan bibir, otot wajah, rahang, gigi, dan dagu untuk menopang mouthpiece dan getaran reed, agar nada yang dihasilkan tepat. Latihan longtone, yaitu latihan dengan menahan satu nada panjang yang berproses aktif untuk meningkatkan intonasi yang stabil, dan kontrol pernapasan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Lintongnihuta yang bermain saxophone alto masih mengalami kesulitan dalam menjaga intonasi yang tepat dan jelas pada setiap not yang dimainkan serta hasil yang dicapai setelah implementasi teknik tersebut. Penelitian ini mendeskripsikan proses latihan dan tahapan-tahapan penerapan teknik tersebut untuk meningkatkan kemampuan bermain saxophone alto dalam mengiringi lagu "Tandai Ma Au" pada kegiatan evangelisasi mingguan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan bagaimana tenik tersebut di implementasikan dan dampaknya terhadap meningkatkan  kemampuan permainan saxophone alto siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dilapangan. Informan penelitian meliputi siswa kelas XI yang bermain saxophone alto serta pihak terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik _Embouchure_ yang tepat serta latihan _longtone_ yang terstruktur terbukti mampu meningkatkan ketepatan intonasi dalam permainan saxophone siswa. Melalui latihan yang dilakukan secara rutin dengan bantuan tuner dan _metronom_ , siswa dapat mengontrol embouchure, memperkuat otot mulut, dan menjaga kestabilan nada pada berbagai register. Peningkatan tersebut terlihat ketika teknik ini diterapkan dalam permainan lagu “ _Tandai Ma Au_ ” pada kegiatan ibadah di gereja.

 

Kata kunci: Saxophone Alto,Teknik Embouchure, Latihan Longtone, Intonasi, Ibadah Gereja

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, Prosedur penelitian: suatu pendekatan praktik, PT. Bina Aksara, Jakarta.

Arikunto, Prosedur penelitian: suatu pendekatan praktik, PT. Bina Aksara, Jakarta,

Boyle, J. D., & Radocy, R. E. (1987). Measurement and Evaluation of Musical Experiences. New York:

Schirmer Books

Banoe & Poerwadarminta, Kamus Musik, (Jakarta: PT. Gramedia widiasaran Indonesia, 2003),

Colwell, R. (2006). Music Assessment in an Era of Accountability. In Colwell, R. (Ed.), MENC Handbook of Research Methodologies (hlm. 1-22). Oxford University Press.

Dr. H. Zuchri Abdussamad, Metode Penelitian Kualitatif (Makassar, 2021).

Fadil Praska Maulana, ‘Interpretasi Dan Teknik Permainan Saxophone Pada Lagu Aria Karya Eugene Bozza’, Repertoar Journal, 1.1 (2020), pp. 126–38, doi:10.26740/rj.v1n1.p126 138.

Farkas, Philip. (1962). The Art of French Horn Playing. Elkhart: Getzen Company.

John Lennon, ‘18513-Article Text-58660-1-10-20230905’, 6.3 (2023), pp. 19–26.

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung, 2017)

Londeix, Jean-Marie. (1989). Hello! Mr. Sax. Paris: Alphonse Leduc. ("The importance of long notes").

Mauch, M., Frieler, K., & Dixon, S. (2024). Intonasi dalam nyanyian tanpa iringan: akurasi, drift, dan model memori nada referensi. Jurnal Masyarakat Akustik Amerika, 136 1, 401-11

Mastri Dihita Sagala, ‘Pelatihan Teknik Vokal Dengan Menggunakan Pernapasan Diafragma Pada UKM Sangserta’,Jurnal Peduli Masyarakat, 6.1 (2024),

McPherson, G. E., & Welch, G. F. (Eds.). (2018). Music and Music Education in People's Lives. Oxford University Press.

Prof. Dr.Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D (Bandung, 2021).

Rahardjo, Pengembangan Model WICDIE dalam pembelajaran Paduan Suara (2022),

Rousseau, Eugene. (1978). Saxophone Excellence: A Discussion of Pedagogy and Performance. Dalam Journal of the International Saxophone Workshop.

Setyaningsi, Teknik permainan, (PT. Gramedia Widia Sarana Indonesia, 2007),

Sigalingging Andre Ari Wesly, ‘Pediaqu : Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora Volume 2 Nomor 1 ( 2023) 74’, Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 2.2 (2023), pp. 11576–84

Stein, Keith. (1958). The Art of Clarinet

Playing. Evanston: Summy-Birchard Company.

Suyigono, Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dan R&D, (Bandung, 2019),

Teal, Larry. (1963). The Art of Saxophone Playing. Miami: Summy-Birchard Inc.

The Art of Saxophone Playing" (Summy-Birchard Inc., 1963).Bagian II: Belajar Memainkan Saxophone, Chapter 3: Tone Production, dan Chapter 4: The Embouchure.

Downloads

Published

2026-04-25

Issue

Section

Artikel

How to Cite

IMPLEMENTASI TEKNIK EMBOUCHURE DAN LATIHAN LONG TONE TERHADAP PEMBENTUKAN INTONASI PERMAINAN SAXOPHONE ALTO DALAM IBADAH GEREJA OLEH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 LINTONGNIHUTA PADA KEGIATAN EVANGELISASI MINGGUAN. (2026). JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 9(2), 1426-1432. https://doi.org/10.54314/fpaen607

Most read articles by the same author(s)

<< < 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 > >>