PENGRAJIN ANYAMAN BAION DI DESA MATITI 2 KECAMATAN DOLOK SANGGUL, KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

Authors

  • Ronal Donra Sihaloho Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli
  • Ester Mawar Siagian Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli
  • Talenta Emma Renata Marbun Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli
  • David Yanto Daniel Mahulae Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli
  • Benyamin Nababan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli
  • Samuel Parningotan Tambunan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli
  • Dinaria Simamora Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli

DOI:

https://doi.org/10.54314/jpstm.v5i2.5220

Abstract

Abstract: This Community Service activity focuses on developing online marketing strategies using social media. Online marketing in the current era, known as the 4.0 era, is rapidly evolving through the use of information technology. The training, held in Matiti II Village, Dolok Sanggul District, Humbang Hasundutan Regency, aimed to empower local Baion weavers to optimize sales of their products and expand product distribution through online marketing. The methods used included a preparatory phase, which involved outreach to the local government, program implementation, and evaluation. Ten Baion weavers participated in the training. The training focused on optimizing the potential of the Baion weavers and motivating the Matiti II Village community to launch businesses through online marketing of their superior products. This initiative could then be followed up by establishing a joint business group.

           
Keywords: digital marketing, branding, and baion craftsmen

 

Abstrak: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini yaitu pengembangan tentang pemasaran yang dilakukan secara online yang memanfaatkan salah satu media sosial. Pemasaran online pada era sekarang ini yaitu era 4.0 dimana berkembang secara cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi. Kegiatan pelatihan berlokasi di Desa Matiti II, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, dimana memiliki tujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat pengrajin anyaman baion dalam mengoptimalkan penjualan produk anyaman baion, memperluas distribusi produk dengan memasarkan secara online. Metode yang digunakan yaitu Tahap persiapan dengan melakukan sosialisasi kepada pemerintah setempat, Pelaksanaan Program dan Evaluasi. Pelatihan ini diikuti sebanyak 10 pengrajin anyaman baion. Hasil dari pelatihan ini dapat mengoptimalkan potensi para pengrajin anyaman baion, juga dapat memotivasi masyarakat Desa Matiti II dalam membuka usaha melalui pemasaran online dengan produk unggulan yang dihasilkan pengrajin anyaman baion, sehingga kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan menginisiasi kelompok usaha bersama.

 

Kata kunci: pemasaran digital, branding, pengrajin baion

 

References

Amandin, A. (2021). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemasaran E-Commerce Terhadap Keputusan Pembelian Online Di Kota Prabumulih. Management Studies and Enterprenership Journal (MSEJ), 2 (2), 113-122

Ashari, R, G. (2018). Memahami Hambatan dan Cara Lansia Mempelajari Media Sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi, 155-160

Hapsari, N, R. (2018). Analisis Pengaruh Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja Usaha Industri Kreatif Bidang Kerajinan Di Kota Semarang. Skripsi, Semarang: Universitas Diponegoro

Rohimah, Afifatur. (2019). Era Digitalisasi Pemasaran Online dalam Gugurnya Pasar Ritel Konvensional. Jurnal Ilmu Komunikasi (Kanal), 6 (2), 91-100

Sihaloho, Ronal Donra., Meslin Silalahi., Rina Handayani & Artika May Simanullang. (2025). The Effect of Live Streaming, Hedonic Shopping, and Shopping Lifestyle on Impulsive Buying Through Price Discounts. Jurnal Manajemen dan Bisnis (ALMANA), 9 (2), 345-354

Soleha, A, R. (2020). Kondisi UMKM Pada Masa Pandemi Covid-19n Pada Pertumbuhan Ekonomi Nasional. Ponorogo: Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Downloads

Published

2025-12-16