SANTRI DAN ISLAM NUSANTARA: DIALEKTIKA KEISLAMAN DAN KEINDONESIAAN DALAM PEMBENTUKAN MODERASI BERAGAMA

Authors

  • Naufal Ulya
  • Muhamad Tamamul Iman

DOI:

https://doi.org/10.54314/jssr.v8i4.4862

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of santri (students of Islamic boarding
schools) and pesantren as agents of religious moderation within the framework of Islam
Nusantara and their contribution to strengthening national and Indonesian values. The
research focuses on the representation of religious moderation in several major
pesantren in Java, such as Tebuireng, Gontor, Lirboyo, and Krapyak, which have
significantly shaped the character of wasathiyah (moderate) Islam in Indonesia.
Employing a qualitative approach through library research and a descriptive-
comparative analysis of academic works, classical kitab literature, and relevant scholarly
publications, this study reveals that santri play a central role in internalizing moderate
Islamic values through three main dimensions: tolerant religious thought, inclusive social
practice, and strong national commitment. The pesantren tradition in Java serves as a
locus for reproducing Islam Nusantara values that harmonize religion with local culture.
Consequently, santri not only function as inheritors of the classical Islamic intellectual
tradition but also as social agents actively maintaining national integration through
religious moderation.

 

Keyword: santri;islam nusantara;religious moderation;pesantren;indonesian identity.

 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran santri dan pesantren sebagai
agen moderasi beragama dalam konteks Islam Nusantara serta kontribusinya terhadap
penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keindonesiaan. Fokus kajian diarahkan pada
representasi moderasi beragama di sejumlah pesantren di Pulau Jawa seperti Tebuireng,
Gontor, Lirboyo, dan Krapyak yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter
Islam yang wasathiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
studi kepustakaan (library research) yang didukung oleh analisis deskriptif-komparatif
terhadap karya-karya akademik, kitab klasik pesantren, dan publikasi ilmiah terkait. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa santri memiliki peran sentral dalam menginternalisasikan
nilai-nilai Islam moderat melalui tiga dimensi utama, yaitu: pemikiran keagamaan yang
toleran, praksis sosial yang inklusif, dan komitmen kebangsaan yang kuat. Pesantren di
Jawa terbukti menjadi ruang reproduksi nilai-nilai Islam Nusantara yang harmonis antara
agama dan budaya lokal. Dengan demikian, santri tidak hanya berfungsi sebagai pewaris
tradisi keilmuan Islam klasik, tetapi juga sebagai agen sosial yang aktif menjaga integrasi
bangsa melalui moderasi beragama.

 

Kata kunci: santri;islam nusantara;moderasi beragama;pesantren;keindonesiaan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-11-25

How to Cite

SANTRI DAN ISLAM NUSANTARA: DIALEKTIKA KEISLAMAN DAN KEINDONESIAAN DALAM PEMBENTUKAN MODERASI BERAGAMA. (2025). JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 8(4), 4942-4949. https://doi.org/10.54314/jssr.v8i4.4862

Most read articles by the same author(s)

<< < 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 > >>