TRANSFORMASI SOSIAL DAN NILAI RESIPROSITAS DALAM TRADISI PASAJI PONAN PADA MASYARAKAT SUMBAWA KONTENPORER

Authors

  • Endang Utami Universitas Islam Negeri Mataram

DOI:

https://doi.org/10.54314/jssr.v9i1.5121

Abstract

Abstrak: The Pasaji Ponan tradition is a longstanding reciprocity practice that plays a central role in the social life of Sumbawa communities. It functions not only as a system of material exchange and mutual assistance but also as a mechanism for strengthening solidarity and preserving cultural identity. However, modernization, technological development, and shifts in social structure have influenced the form and meaning of this practice. This study employs a qualitative approach using mini ethnography to examine how social transformation affects the values of reciprocity within Pasaji Ponan in contemporary Sumbawa society. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that Pasaji Ponan has undergone changes in the forms of exchange from agricultural products to processed foods and financial contributions and in coordination mechanisms that now often occur through digital platforms. Nevertheless, the core values of reciprocity, solidarity, and social honor remain intact. These adaptations demonstrate that Pasaji Ponan is not a static tradition but a flexible cultural practice capable of negotiating with social change. This study concludes that Pasaji Ponan remains relevant as a form of social capital and a marker of cultural identity among the people of Sumbawa. Keyword: Pasaji Ponan, reciprocity, social transformation. Abstrak: Tradisi Pasaji Ponan merupakan praktik resiprositas yang telah lama menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Sumbawa. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pertukaran barang dan bantuan, tetapi juga sebagai penguat solidaritas dan identitas budaya. Namun, modernisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan struktur sosial telah memengaruhi bentuk dan makna praktik ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan etnografi mini untuk menganalisis bagaimana transformasi sosial memengaruhi nilai resiprositas dalam Pasaji Ponan pada masyarakat Sumbawa kontemporer. Data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasaji Ponan mengalami perubahan bentuk pemberian dari hasil pertanian menuju makanan olahan dan bantuan finansial serta pergeseran mekanisme koordinasi melalui media digital. Meskipun demikian, nilai inti resiprositas, solidaritas, dan kehormatan sosial tetap dipertahankan. Adaptasi ini membuktikan bahwa Pasaji Ponan bukan tradisi statis, melainkan praktik budaya yang fleksibel dan mampu bernegosiasi dengan perubahan zaman. Penelitian ini menegaskan bahwa Pasaji Ponan tetap relevan sebagai modal sosial dan identitas budaya masyarakat Sumbawa. Kata kunci: Pasaji Ponan, resiprositas, transformasi sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Geertz, C. (1983). Local knowledge: Further essays in interpretive anthropology. New York: Basic Books.

Kvale, S. (1996). InterViews: An introduction to qualitative research interviewing. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Landa, M. (2016). Praktik resiprositas dalam masyarakat Sumbawa. Skripsi. Universitas Mataram.

Mahmud, A. (2018). Perubahan makna tradisi dalam masyarakat lokal. Jurnal Antropologi Indonesia, 39(2), 112-123.

Mauss, M. (1966). The gift: Forms and functions of exchange in archaic societies (I. Cunnison, Trans.). London: Cohen & West. (Original work published 1925)

Merdita, R., Syafruddin, S., & Suud, F. M. (2021). Nilai pendidikan sosial dan solidaritas dalam tradisi Ponan: Studi di Desa Poto dan Berare, Kecamatan Moyo Hilir. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(2), 115-129.

Pangalila, T. (2015). Resiprositas dalam tradisi Nusantara: Kajian etnografi. Jurnal Kebudayaan dan Masyarakat, 7(1), 45-59.

Patton, M. Q. (2002). Qualitative research and evaluation methods (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Sahlins, M. (1972). Stone age economics. Chicago, IL: Aldine Atherton.

Spradley, J. P. (1980). Participant observation. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Spradley, J. P. (2006). Metode etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Downloads

Published

2026-02-22

How to Cite

TRANSFORMASI SOSIAL DAN NILAI RESIPROSITAS DALAM TRADISI PASAJI PONAN PADA MASYARAKAT SUMBAWA KONTENPORER. (2026). JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 9(1), 1071-1077. https://doi.org/10.54314/jssr.v9i1.5121

Most read articles by the same author(s)

<< < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 > >>