ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN WISATAWAN (STUDI KASUS OBJEK WISATA ALAM DANUM BAHANDANG TANGKILING)

Authors

  • Juliana Anggreani Puspitasari Universitas Palangka Raya
  • Achmad Syamsudin Universitas Palangka Raya
  • Gema Borneo Poetra Universitas Palangka Raya
  • Jonathan Giovanni Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.54314/jssr.v9i1.5679

Abstract

Abstract: Nature-based tourism has distinctive risk characteristics due to direct interactions between tourists and the natural environment. Danum Bahandang Natural Tourism Site is a nature tourism destination that potentially poses health and safety risks to visitors if not managed systematically. This study aims to analyze potential hazards and the level of tourist health and safety risks at the Danum Bahandang Natural Tourism Site. A qualitative descriptive approach was employed using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) method. Data were collected through field observations, interviews, documentation, and a Google Form questionnaire involving 14 respondents. The results indicate that potential hazards originate from road access conditions, river characteristics, natural environmental elements, and limited safety facilities. Risk assessment shows varying levels of risk, ranging from low to high, influenced by environmental conditions and tourist activities. This study concludes that the HIRARC method is effective in identifying and mapping health and safety risks in nature-based tourism destinations, contributing to risk management practices in sustainable tourism development. Keyword: Risk Management, Tourist Safety, Hazard Identification, Risk Assessment, And Risk Control (HIRARC) Abstrak: Wisata alam memiliki karakteristik risiko yang khas akibat interaksi langsung antara wisatawan dan lingkungan alami. Objek Wisata Alam Danum Bahandang merupakan salah satu destinasi wisata alam yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan wisatawan apabila tidak dikelola secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi bahaya dan tingkat risiko kesehatan serta keselamatan wisatawan pada Objek Wisata Alam Danum Bahandang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta kuesioner Google Form yang melibatkan 14 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya bersumber dari kondisi akses jalan, karakteristik perairan sungai, keberadaan elemen alam, serta keterbatasan fasilitas keselamatan. Penilaian risiko menunjukkan variasi tingkat risiko dari rendah hingga tinggi yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan aktivitas wisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode HIRARC efektif digunakan untuk memahami dan memetakan risiko kesehatan dan keselamatan wisatawan pada destinasi wisata alam sebagai bagian dari upaya pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan. Kata kunci: Manajemen Risiko, Kesehatan Keselamatan, Hazard Identification, Risk Assessment, And Risk Control (HIRARC)

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Juliana Anggreani Puspitasari, Universitas Palangka Raya
    Mahasiswa Manajemen

References

DAFTAR PUSTAKA

Agustin, H., & Marta, Y. (2019). Risk management for healthier and safer tourist destination (Case study at Parangtritis Beach, Yogyakarta). Journal of Tourism and Hospitality Management, 7(1), 20–31. https://doi.org/10.15640/jthm.v7n1a3.

Aldila Putri Aseana, Mantikei, B., & Syamsudin, A. (2021). Pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai negeri sipil melalui motivasi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah. Journal of Environment and Management, 2(3).

Dewi, N. P. A., & Wibawa, I. M. (2021). Kesadaran wisatawan terhadap kesehatan dan keselamatan dalam pariwisata alam. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 2(2), 85–95.

Hidayat, S. (2018). Penerapan HIRARC dalam wisata gunung Jawa Barat. Jurnal Manajemen Risiko, 3(2), 77–85.

Megantara, A. A., & Zahran, M. F. R. (2024). Penerapan manajemen risiko pada destinasi wisata Sungai Palayangan Cileunca, Kabupaten Bandung. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 6(1), 15–27.

Ramli, S. (2010). Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja OHSAS 18001. Jakarta: Dian Rakyat.

Ridwan, A., & Prihastono, E. (2022). Pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kenyamanan kerja karyawan dengan metode HIRARC (Studi kasus di PT. Dupantex Pekalongan). Jurnal Teknik Industri, 21(2), 141–150.

Rifai, M., et al. (2020). Pencegahan risiko kesehatan dan keselamatan berwisata (Studi kasus di Objek Wisata Lava Bantal, Sleman). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 134–142.

Rifai, M., Ridwan, & Prihastono. (2020). Analisis risiko keselamatan kerja dengan metode HIRARC di PT X. Jurnal Teknik Industri, 21(2), 113–121.

Saptadi, J. D., et al. (2021). Manajemen risiko K3 di wisata Gua Pindul, Gunungkidul. Jurnal Pariwisata, 8(1), 25–37.

Saptadi, J. D., et al. (2022). Studi sarana prasarana keselamatan dan keamanan wisatawan pada destinasi wisata Pantai Parangtritis dan Pantai Baron tahun 2021. Jurnal Pariwisata Nusantara, 4(1), 67–79.

Suwondo, A., et al. (2019). Analisis risiko keselamatan wisata air di Sungai Oya, Imogiri. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 13(2), 101–113.

Downloads

Published

2026-03-05

How to Cite

ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN WISATAWAN (STUDI KASUS OBJEK WISATA ALAM DANUM BAHANDANG TANGKILING). (2026). JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 9(1), 1216-1223. https://doi.org/10.54314/jssr.v9i1.5679