AGENSI PEREMPUAN DIFABEL BERDAYA DALAM MENGHADAPI DISKRIMINASI GANDA DI RUANG PUBLIK

Penulis

  • Wardatullah Sultan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Siti Luthfiah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Ulil Albab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Syamraeni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Mudfainna Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.54314/y1mnsp31

Kata Kunci:

Women With Disabilities, Double Discrimination, Agency, Public Space

Abstrak

Abstract: Women with disabilities continue to experience multiple forms of discrimination in public spaces resulting from the intersection of gender and disability. This condition often positions women with disabilities as vulnerable and socially perceived as lacking agency. However, empirical realities show that some women with disabilities actively exercise agency in responding to such discrimination. This study aims to analyze the forms of multiple discrimination experienced by women with disabilities in public spaces and to examine how their agency is constructed and practiced in facing these challenges. This research employs a qualitative descriptive-analytical approach. Data were collected through in-depth interviews with three empowered women with disabilities who are actively engaged in public spaces, supported by limited observation. Data analysis was conducted using thematic analysis based on the Miles and Huberman model. The findings indicate that multiple discrimination manifests in symbolic exclusion, paternalistic treatment, and doubts about women’s capacities. Nevertheless, women with disabilities develop agency through family support, education, social and organizational networks, and professional positions. Their agency is expressed through strategies of capacity demonstration, identity negotiation, critical adaptation, and collective agency strengthening. This study emphasizes that women with disabilities should not be viewed as passive subjects but as active social actors capable of navigating and challenging discrimination in public spaces.

 

Keywords: Women With Disabilities, Double Discrimination, Agency, Public Space.

 

Abstrak: Perempuan penyandang disabilitas masih menghadapi diskriminasi ganda di ruang publik yang bersumber dari persilangan identitas gender dan disabilitas. Kondisi ini sering kali menempatkan perempuan difabel pada posisi rentan dan dipersepsikan tidak berdaya. Namun, dalam praktik sosial, sebagian perempuan difabel justru menunjukkan kapasitas agensi yang aktif dalam menghadapi berbagai bentuk diskriminasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk diskriminasi ganda yang dialami perempuan difabel di ruang publik serta mengkaji bagaimana agensi perempuan difabel berdaya dibangun dan dijalankan dalam menghadapi diskriminasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tiga perempuan difabel berdaya yang aktif di ruang publik, serta dilengkapi dengan observasi ringan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskriminasi ganda dialami dalam bentuk diskriminasi simbolik, perlakuan paternalistik, dan keraguan terhadap kapasitas perempuan difabel. Meskipun demikian, perempuan difabel membangun agensi melalui dukungan keluarga, pendidikan, jaringan sosial dan organisasi, serta posisi profesional. Agensi tersebut diwujudkan melalui strategi pembuktian kapasitas, negosiasi identitas, adaptasi kritis, dan penguatan agensi kolektif. Penelitian ini menegaskan bahwa perempuan difabel bukan subjek pasif, melainkan aktor sosial yang berdaya dalam menghadapi diskriminasi di ruang publik.

 

Kata Kunci: Perempuan Difabel, Diskriminasi Ganda, Agensi, Ruang Publik

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Bahrudin. (2023). Advokasi pekerjaan

sosial terhadap diskriminasi pada kaum penyandang disabilitas di dunia kerja. Khidmat Sosial: Journal of Social Work and Social Services, 3(2), 130–138.

Barnes, C., & Mercer, G. (2010). Exploring disability (2nd ed.). Cambridge: Polity Press.

Bungin, B. (2017). Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya (2nd ed.). Jakarta: Kencana.

Connell, R. W. (2009). Gender: In world perspective. Cambridge: Polity Press.

Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran (Terj.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dahlan, M. (2021). Hak penyandang disabilitas dalam perpektif kesejahteraan sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Garland-Thomson, R. (2002). Integrating disability, transforming feminist theory. NWSA Journal, 14(3), 1–32.

Mais, A., & Yaum, L. A. (2025). Aksesibilitas dan partisipasi politik penyandang disabilitas. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora, 2(2).

Meekosha, H., & Shuttleworth, R. (2009).

What’s so ‘critical’ about critical disability studies? Australian Journal of Human Rights, 15(1), 47–75.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.

Millati, S. (2016). Social-relational model dalam Undang-Undang Penyandang Disabilitas. INKLUSI: Journal of Disability Studies, 3(2), 285-306.

Novitasari, C., & Wahyudi, A. (2019). Diskriminasi penyandang disabilitas di sekolah inklusi. Paradigma, 7(2).

Rahayu, S., & Dewi, R. K. (2020). Perempuan penyandang disabilitas dan ketidakadilan sosial. Jurnal Perempuan, 25(1).

Shakespeare, T. (2014). Disability rights and wrongs revisited. London: Routledge.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Utami, Y. P., dkk. (2025). Keterbatasan versus kesempatan: Akses penyandang disabilitas di pasar kerja formal. ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora, 5(1).

Wahyuni, S. (2018). Interseksionalitas dan ketidakadilan gender. Musawa: Jurnal Studi Gender dan Islam, 17(2)

Diterbitkan

2026-04-30

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

AGENSI PEREMPUAN DIFABEL BERDAYA DALAM MENGHADAPI DISKRIMINASI GANDA DI RUANG PUBLIK. (2026). JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 9(2), 1973-1986. https://doi.org/10.54314/y1mnsp31

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama