POTENSI PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN DI KAWASAN PENYANGGA SUAKA MARGASATWA NANTU-BOLIYOHUTO KABUPATEN BOALEMO
DOI:
https://doi.org/10.54314/jssr.v9i3.6619Keywords:
ekowisata; keanekaragaman tumbuhan; daya tarik wisata, kawasan penyangga nantu-boliyohuto; indeks keanekaragamanAbstract
Abstract: Wildlife Sanctuary in Boalemo Regency, Gorontalo Province, possesses a high diversity of plant species with considerable potential for ecotourism development. This study aims to identify plant species with ecotourism potential and to analyze their diversity levels in two locations: SP3 and Tamilo. This study was conducted from January to April 2026 using a quantitative descriptive-exploratory method through field observations, morphological identification, and analysis of the Shannon-Wiener diversity index. The results show that the SP3 area contains 21 plant species with ecotourism potential from various families, whereas the Tamilo area contains 12 species. The diversity index value in SP3 is H' = 2.647 (moderate), while Tamilo has a higher value of H' 3.236 (high). The identified plant species possess various tourism attraction values, including aesthetic, educational, cultural, economic, and conservation values, comprising highly conserved species such as Canarium pilosum, Dalbergia latifolia, and Pterocarpus indicus, Both areas have the potential to be developed into agroforestry and ethnobotany tourism attractions that support conservation efforts while empowering local consis
Keywords: ecotourism; plant diversity; tourist attraction; Nantu-Bolivehuto buffer zone; diversity index.
Abstrak: Kawasan penyangga Suaka Margasatwa Nantu-Boliyohuto di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, menyimpan keanekaragaman tumbuhan yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan berpotensi ekowisata dan menganalisis tingkat keanekaragamannya di dua lokasi, yaitu SP3 dan Tamilo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2026 dengan metode deskriptif kuantitatif-eksploratif melalui observasi lapangan, identifikasi morfologi, dan analisis indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan SP3 terdapat 21 jenis tumbuhan berpotensi ekowisata dari berbagai famili, sedangkan kawasan Tamilo terdapat 12 jenis tumbuhan. Nilai indeks keanekaragaman di SP3 sebesar H' = 2,647 (kategori sedang), sementara Tamilo lebih tinggi dengan H' = 3,236 (kategori tinggi). Tumbuhan yang ditemukan memiliki beragam nilai daya tarik, meliputi nilai estetika, edukasi, budaya, ekonomi, dan konservasi, termasuk spesies bernilai konservasi tinggi seperti Canarium pilosum, Dalbergia latifolia, dan Pterocarpus indicus. Kedua kawasan berpotensi dikembangkan menjadi atraksi wisata berbasis agroforestri dan etnobotani yang mendukung upaya konservasi sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal.
Kata Kunci: ekowisata; keanekaragaman tumbuhan; daya tarik wisata, kawasan penyangga nantu-boliyohuto; indeks keanekaragaman
Downloads
References
Angela, Y. (2023). Pengembangan ekowisata berbasis konservasi lingkungan dan pendidikan masyarakat. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 5(2), 112–120.
Hakim, L., Soemarno, M., & Hong, S. K. (2021). Biodiversity conservation and ecotourism development in tropical landscapes. Biodiversitas, 22(5), 2451–2460.
Hakim, L., Soemarno, M., & Hong, S. K. (2021). Biodiversity conservation and ecotourism development in tropical landscapes. Biodiversitas, 22(5), 2451–2460.
Hamidun, M. S., & Baderan, D. W. K. (2014). Keanekaragaman flora di kawasan Suaka Margasatwa Nantu-Boliyohuto Gorontalo. Laporan Penelitian Universitas Negeri Gorontalo.
Iswandaru, D., Gunawan, H., & Winarno, G. D. (2020). Habitat heterogeneity and plant diversity in tropical forest ecosystems. Biodiversitas, 21(9), 4048–4057.
https://smujo.id/biodiv/article/view/5718
Kremen, C., & Merenlender, A. M. (2018). Landscapes that work for biodiversity and people. Science, 362(6412), eaau6020.
https://www.science.org/doi/10.1126/science.aau6020
Kusmana, C. and Hikmat, A. (2015) “Keanekaragaman Hayati Tumbuhan Di Indonesia”, Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 5(2)
Leuwol, N. V., & Sibarani, R. (2020). Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat dan konservasi lingkungan. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 14(1), 45–56.
Magurran, A. E. (2021). Measuring Biological Diversity. Oxford: Blackwell Publishing.
Putri, N. K., Nugroho, B., & Arifin, H. S. (2023). Agroecotourism development based on local biodiversity resources. Journal of Environmental Management and Tourism, 14(2), 412–421.
Putri, N. K., Nugroho, B., & Arifin, H. S. (2023). Agroecotourism development based on local biodiversity resources. Journal of Environmental Management and Tourism, 14(2), 412–421.
Rahim, S. (2015). Kajian etnobotani masyarakat sekitar kawasan Nantu-Boliyohuto. Laporan Penelitian.
Rahmawati, I., Nurhayati, S., & Wibowo, A. (2020). Potensi keanekaragaman tumbuhan sebagai daya tarik ekowisata berbasis konservasi. Jurnal Hutan Tropis, 8(2), 133–142.
Saputri, D. A. (2023). Peran tumbuhan dalam pengembangan wisata edukasi berbasis lingkungan. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 9(1), 77–86.
Sirait, M. (2018). Analisis keanekaragaman tumbuhan menggunakan indeks Shannon-Wiener pada ekosistem hutan tropis. Jurnal Biosains, 4(2), 87–96.
Sutiarso, L., Pramudya, B., & Hermawan, R. (2022). Agroforestry-based ecotourism as sustainable rural development strategy. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1104, 012041.
https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1104/1/012041
The International Ecotourism Society (TIES). (2023). What is Ecotourism?
https://ecotourism.org/what-is-ecotourism/
Yulianda, F. (2018). Ekowisata Bahari sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumber Daya Pesisir Berbasis Konservasi. Bogor: IPB Press
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Magfirah Suryaningtyas Laadi, Marini Susanti Hamidun, Mustamin Ibrahim, Dewi Wahyuni K. Baderan, Jusna Ahmad (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









