MIMBAR HIJAU KONTEMPORER: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP FRAMING KRISIS EKOLOGIS DALAM KHUTBAH JUMAT MUHAMMADIYAH DAN NAHDLATUL ULAMA (2024-2026)

Authors

  • Abdul Dzakkir Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.54314/jssr.v9i4.6698

Keywords:

Ekofeminisme, Ekoteologi, Maksiat struktural, Muhammadiyah, Nahdlatul ulama, Tobat ekologis

Abstract

Krisis iklim global menuntut transformasi peran institusi agama dari sekadar otoritas penjaga moral-ritual menjadi agen pelestarian bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran paradigma ekoteologi (Green Islam) dalam korpus khutbah Jumat dan publikasi resmi Nahdlatul Ulama (NU) serta Muhammadiyah pada periode 2024–2026. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan analisis framing Robert Entman, penelitian ini mengungkap tiga temuan fundamental. Pertama, terjadi pergeseran epistemik yang radikal dari teodise konvensional-fatalistik (membingkai bencana murni sebagai azab atas dosa ritual) menuju kritik struktural (membingkai bencana sebagai akibat kejahatan eksploitasi alam dan kelalaian kebijakan negara). Kedua, terjadinya dekonstruksi semantik teologis; NU secara progresif merekonseptualisasi istilah klasik “Maksiat” menjadi “Maksiat Eksploitasi” dan “Tobat” menjadi “Tobat Ekologis” menggunakan legitimasi kitab kuning. Ketiga, terbentuknya polarisasi strategi gerakan yang komplementer. NU mengambil peran makro-teologis melalui sentralisasi hukum publik di ruang mimbar maskulin, sementara Muhammadiyah bermanuver secara mikro-kultural melalui pendekatan ekofeminisme yang menyasar ruang domestik dan gaya hidup (Green Idul Fitri). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam Indonesia tidak sekadar mengadopsi enviromentalisme sekuler Barat, melainkan berhasil merumuskan epistemologi ekologinya sendiri yang otentik dan bersinergi melalui teks suci dan tradisi lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. F. Syakir, Teologi Ekologi: Kritik atas Antroposentrisme dan Kapitalisme Ekstraktif (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2023)

Al-Ghazali, A. H. M. (n.d.). At-Tibrul Masbuk fi Nasihatil Muluk. Darul Kutub al-Ilmiyah.

Al-Haddad, A. A. B. C. (n.d.). Al-Washayan Nafi’ah. Dar Hawi.

Ali Jum’ah. (n.d.). Al-Bi’ah wal Hifadz alaiha fi Mandzuril Islami. Darul Ma'arif.

Anna M. Gade, Muslim Environmentalisms: Religious and Social Foundations (New York: Columbia University Press, 2019)

Erik Swyngedouw, "Depoliticized Environments: The End of Nature, Climate Change and the Post-Political Condition," Royal Institute of Philosophy Supplements 69 (2011)

Fachruddin M. Mangunjaya, Generasi Terakhir: Aktivisme Konservasi Alam Berbasis Islam di Indonesia (Jakarta: LP3ES, 2021)

Ibnu Asyur, M. al-Tahir. (1984). Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir. Ad-Dar al-Tunisiyyah li al-Nasyr.

Ilham. (2024, September 19). Khutbah Jum’at: Tiga Bencana dalam Islam. Portal Resmi Muhammadiyah.

Joan Martinez-Alier, The Environmentalism of the Poor: A Study of Ecological Conflicts and Valuation (Cheltenham: Edward Elgar Publishing, 2002), hlm. 12-15.

Mujahid, M. Z. (2026, Mei 28). Khutbah Jumat: Tobat Ekologis, Menjaga Bumi Sebagai Amanah Ilahi. NU Online. https://islam.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-tobat-ekologis-menjaga-bumi-sebagai-amanah-ilahi-xjcIF

Nawawi al-Bantani, M. O. (n.d.). Marah Labid li Kasyf Ma’na Qur’an Majid (Tafsir al-Munir). Darul Kutub al-Ilmiyah.

Parlan, H. (2026, Maret). Green Idul Fitri: Gerakan Perempuan, Kesederhanaan, dan Tanggung Jawab Bumi. Suara Muhammadiyah.

Richard C. Foltz, Islam and Ecology: A Bestowed Trust (Cambridge: Harvard University Press, 2003)

Ubab, A. J. (2025, Desember 4). Khutbah Jumat: Kerusakan Alam dan Lalainya Pemangku Kebijakan. NU Online. https://islam.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-kerusakan-alam-dan-lalainya-pemangku-kebijakan-DMIz2

Zainal Arifin & M. Syafiq, "Agama dalam Pusaran Ekstraktivisme: Analisis Sikap Ormas Keagamaan terhadap Konsesi Tambang di Indonesia," Jurnal Sosiologi Agama, Vol. 18, No. 2 (2025): 104-120.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

MIMBAR HIJAU KONTEMPORER: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP FRAMING KRISIS EKOLOGIS DALAM KHUTBAH JUMAT MUHAMMADIYAH DAN NAHDLATUL ULAMA (2024-2026). (2026). JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 9(4), 5493 – 5502. https://doi.org/10.54314/jssr.v9i4.6698