PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI MELALUI AKTIVITAS PEMBELAJARAN DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 2
DOI:
https://doi.org/10.54314/jssr.v9i4.6939Keywords:
perkembangan sosial emosional, anak usia dini, pembelajaran, pendidikan inklusifAbstract
Abstract: This study describes the social-emotional development of early childhood children as revealed through direct classroom observation. A qualitative descriptive design with a non-participant observation technique was applied at Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Kindergarten, covering the school-arrival routine, morning exercise, in-class instruction, independent task completion, and outdoor free play. Data were gathered through field notes and photographic records, then processed using the Miles and Huberman interactive model, namely data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Findings indicate that most children displayed favorable social-emotional indicators, including ease of adjusting to the school setting, adherence to simple rules, turn-taking, cooperative behavior, sharing, and confident spontaneous communication with teachers and classmates. A child with special needs who was also observed relied mainly on nonverbal cues—gestures and physical proximity—to express needs and affection, showing that limited verbal communication did not prevent meaningful social engagement. These results imply that ordinary classroom routines, even without deliberate design, function as authentic contexts for social-emotional learning for both typically developing children and children with special needs, underscoring the need for teachers' inclusive sensitivity throughout everyday classroom practice.
Keywords: Social-Emotional Development; Early Childhood; Learning; Inclusive Education.
Abstrak: Penelitian ini mengungkap perkembangan sosial emosional anak usia dini yang tergambar melalui observasi langsung di ruang kelas. Rancangan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi nonpartisipan diterapkan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2, yang mencakup rutinitas kedatangan, senam pagi, pembelajaran di kelas, penyelesaian tugas mandiri, hingga bermain bebas saat istirahat. Data dihimpun melalui catatan lapangan dan dokumentasi foto, kemudian diolah menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yakni reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Temuan memperlihatkan bahwa mayoritas anak menunjukkan indikator sosial emosional yang baik, antara lain kemudahan menyesuaikan diri dengan suasana sekolah, kepatuhan pada aturan sederhana, kemampuan bergantian, perilaku kooperatif, berbagi, serta komunikasi spontan yang percaya diri dengan guru maupun teman sekelas. Seorang anak berkebutuhan khusus yang turut diamati lebih banyak mengandalkan isyarat nonverbal seperti gestur tubuh dan kedekatan fisik untuk menyampaikan kebutuhan dan kasih sayangnya, yang memperlihatkan bahwa keterbatasan komunikasi verbal tidak menghambat keterlibatan sosial yang bermakna. Hasil ini mengindikasikan bahwa rutinitas kelas sehari-hari, sekalipun tidak dirancang secara khusus, berfungsi sebagai konteks autentik bagi pembelajaran sosial emosional baik untuk anak dengan perkembangan tipikal maupun anak berkebutuhan khusus, sehingga menegaskan perlunya kepekaan inklusif guru dalam setiap praktik pembelajaran sehari-hari.
Kata kunci: Perkembangan Sosial Emosional; Anak Usia Dini; Pembelajaran; Pendidikan Inklusif.
Downloads
References
Ananda, R. (2023). Peran Guru dalam Mengembangkan Aspek Sosial Emosional Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 112–123.
Anggraini, D., & Kurniawati, L. (2022). Interaksi Sosial Anak Usia Dini dalam Kegiatan Bermain di Sentra. Jurnal Ilmiah Potensia, 7(2), 145–154.
Astuti, S. P. (2021). Adaptasi Anak dalam Transisi dari Rumah ke Sekolah pada Masa Awal Tahun Ajaran. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 6(3), 201–210.
Damayanti, N. (2021). Kemampuan Regulasi Emosi Anak Usia Dini di Lingkungan Sekolah. Jurnal Pendidikan Anak, 10(2), 145–154.
Erlinda, S., & Yuniar, P. (2022). Perilaku Prososial Anak Usia Dini melalui Kegiatan Bermain Bersama. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 65–75.
Firdaus, A. (2023). Peran Rutinitas Sekolah dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini. Aulad: Journal on Early Childhood, 6(1), 44–53.
Handayani, T., & Prasetyo, B. (2023). Komunikasi Nonverbal pada Anak Berkebutuhan Khusus di Lingkungan Inklusif. Aulad: Journal on Early Childhood, 6(2), 178–188.
Hasanah, U., & Ramadhani, D. (2020). Adaptasi Sosial Anak pada Masa Awal Sekolah. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 5(2), 98–107.
Kurniasari, D. (2024). Pola Interaksi Guru dan Anak Berkebutuhan Khusus dalam Pembelajaran Inklusif. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 55–66.
Lestari, W., & Aminah, S. (2021). Kemampuan Berbagi dan Bekerja Sama pada Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Potensia, 6(2), 112–121.
Maharani, I. (2022). Pendidikan Inklusif di Taman Kanak-Kanak: Tantangan dan Strategi Guru. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 2765–2775.
Nugroho, A. P. (2022). Observasi sebagai Metode Asesmen Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 16(1), 33–44.
Nurhayati, E., & Wulandari, A. (2020). Kemampuan Kerja Sama Anak Usia Dini melalui Kegiatan Kelompok. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 89–98.
Pratiwi, E., & Nasution, R. (2023). Komunikasi Guru-Anak dalam Mendukung Perkembangan Sosial Emosional. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 1890–1900.
Rahmawati, F. (2024). Peran Observasi Nonpartisipan dalam Mengungkap Perilaku Sosial Emosional Anak. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 9(1), 33–42.
Salsabila, N. (2020). Peran Bermain Bebas terhadap Keterampilan Sosial Anak Usia Dini. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 5(3), 210–219.
Sari, N. P., & Handini, M. C. (2021). Kemampuan Anak Mematuhi Aturan Sederhana di Sekolah. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 15(2), 210–221.
Wulandari, R., & Setiawan, D. (2023). Keterlibatan Anak Berkebutuhan Khusus dalam Aktivitas Pembelajaran di Kelas Reguler. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3), 3012–3022.
Yulianti, R., & Hidayat, T. (2024). Strategi Guru dalam Mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus di Kelas Reguler. Aulad: Journal on Early Childhood, 7(1), 78–89.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Agustina Tania, Tatia Ayuningtyas (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









