PENGUKURAN BEBAN KERJA PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN PASCA PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI INSTALASI REKAM MEDIS RSUD KABUPATEN TANGERANG

Authors

  • Kurnia Tisna Ikaningsih Universitas Esa Unggul, Indonesia Author
  • Tria Saras Pertiwi Universitas Esa Unggul, Indonesia Author
  • Hosizah Hosizah Universitas Esa Unggul, Indonesia Author
  • Nauri Anggita Temesvari Universitas Esa Unggul, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.54314/jssr.v9i1.7179

Keywords:

Electronic Medical Records, Workload, Medical Record and Health Information, Job Analysis

Abstract

Abstract: Workload is the accumulation of tasks and responsibilities that must be carried out by employees or staff in accordance with the targets set by their supervisors within a specific period of time. The transition from a manual system to an electronic system has the potential to affect the workload of Medical Record and Health Information (MRHI) personnel. This study aims to measure the workload of MRHI staff after the implementation of Electronic Medical Records (EMR) in the Medical Records Department, using job analysis and workload analysis methods based on Regulation of the Ministry of Administrative and Bureaucratic Reform (KEMENPAN RB) No. 1 of 2020. This is a descriptive study with a purposive sampling approach, involving 10 out of 34 MRHI staff with a D3-level education. Data were collected through interviews and direct observation.The results show that the workload for new outpatient registration is 4 minutes, returning outpatients 3 minutes, inpatients 13.4 minutes, and self-registration via APM 5 minutes—requiring 16 staff. Assembling takes 10 minutes per medical record, requiring 2 staff; outpatient coding takes 1 minute and inpatient coding 3.5 minutes per record, requiring 3 coders. Filing and distribution take 6 and 5 minutes per record respectively, requiring 6 staff. Retention and digitization of active and inactive records take 10 minutes per record, requiring 5 staff. Reporting requires 15,240 minutes in total, with 3 reporting staff. Analysis of EMR completeness requires 15 minutes per record, needing 2 expert MRHI staff, while EMR monitoring requires 3 expert MRHI staff. The total workforce required is 35 skilled MRHI personnel and 5 expert MRHI professionals.

Keywords: Electronic Medical Records, Workload, Medical Record and Health Information, Job Analysis

 

Abstrak: Beban kerja merupakan akumulasi tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh karyawan atau petugas sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh atasan dalam periode waktu tertentu. Transisi dari sistem manual ke sistem elektronik berpotensi mempengaruhi beban kerja Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) Penelitian ini bertujuan untuk mengukur beban kerja PMIK pasca penerapan RME di Instalasi Rekam Medis menggunakan metode analisis jabatan dan analisis beban kerja sesuai Peraturan KEMENPAN RB No. 1 Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan purposive sampling, melibatkan 10 orang dari total 34 petugas di instalasi rekam medis dengan pendidikan D3 PMIK. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa beban kerja pendaftaran rawat jalan pasien baru  4 menit,pasien lama 3 menit untuk pasien rawat inap 13,4 menit sedangkan APM 5 menit dibutuhkan sebanyak 16 petugas, Beban kerja assembling 10 menit/BRM dibutuhan 2 tenaga assembling, Beban  kerja koding  pasien rawat jalan 1 menit , koding rawat inap 3,5 menit/BRM di butuhkan 3 tenaga koding, beban kerja filling 6 menit/ BRM dan distribusi 5 Menit/BRM memerlukan 6 petugas, Beban kerja petugas retensi dan alih media berkas rekam medis in akif dan aktif 10 menit/BRM dan dibutuhkan 5 tenaga, Beban kerja pelaporan  15.240 menit kebutuhan tenaga pelaporan 3 petugas , beban kerja analisa kelengkapan rekam medis elektronik 15 menit/RME di butuhkan 2 tenaga PMIK ahli dan monitoring rekam medis elektroni k sebanyak 3 tenaga PMIK ahli, total kebutuhan tenaga PMIK adalah 35 tenaga PMIK terampil dan 5 orang PMIK ahli.

Kata Kunci: Rekam Medis Elektronik, Beban Kerja, Perekam Medis dan Informasi Kesehatan, Analisis Jabatan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfi Shiddiq Syafrian, Muniroh, Lily Widjaja, L. I. (2023). Tinjauan Kebutuhan Tenaga Assembling Rekam Medis Rawat Inap Berasarkan Beban Kerja Di Rumah Sakit Mengunakan Analisa Beban Kerja Kesehatan. 3, 132–137.

Cahyani, A. M., Purnamasari, A. T., & Sunindya, B. R. (2024). Efektivitas Pelayanan APM pada Pelayanan Rawat Jalan RSUD Gambiran Kota Kediri. 1(2), 79–86. https://doi.org/10.31290/ijhimr.v1i2

Nasution, A., & Pane, S. B. (2024). Peraturan KEMENPAN RB No 1 Tahun 2020 tentang pedoman penyusunan analisis jabatan dan analisis beban kerja untuk mengatur pengisian jabatan di instansi pemerintah. Ajudan: Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Administrasi Negara,2(2),34–39. https ://doi.org/10.30743/jdkan.v2i2.9600

Noor, H. L., Qomariyah, S. N., & Nugraheni, S. W.(2023). Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja Bagian Pelaporan Rumah Sakit Menggunakan Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (Abk Kes). Infokes: Jurnal Ilmiah Rekam Medis Dan Informatika Kesehatan, 13(1), 35–39. https : //doi.org/10.47701/infokes.v13i1.2534

Peraturan Pemerintah RI no 30 tahun 2013. (2013). Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia tentang Jabatan Fungsional Perekam Medis dan Angka Kreditnya (PP Nomor 30 Tahun 2013). Journal of Chemical Information and Modeling, 2008, 92.

Permenkes. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Tentang rekam medis (Permenkes no 24 tahun 2022. 8.5.2017, 2003–2005.

Pradiska Budi, A., Sasti, I., & Widiyanto, W. W. (2022). Perbandingan Beban Kerja Tenaga Rekam Medis Elektronik Dan Manual Menggunakan Metode Abk Kesehatan. Jurnal Manajemen Informasi Dan Administrasi Kesehatan, 5, 38–47.

Ramadhani, R. P., Farlinda, S., & Deharja, A. (2020). Analisa Beban Kerja Petugas Rekam Medis Bagian Fillin Dengan Metode WISN Di RSD MANGUSADA BADUNG TAHUN 2020 J-REMI : Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan. 2(1), 143–148.

Ria, Y. 2024. (2024). Analisis perbandingan beban kerja petugas rekam medis sebelum dan sesudag penerpan RME Di RSUD Kanjuruhan,2024.

Saputri, N. J., Novratilova, S., Sukmaningsih, W. R., & Surakarta, P. I. (2022). Journal Health Infomation Management Indonesian ( JHIMI ) Analisis Kebutuhan Tenaga Koding Menggunakan Metode WISN di RS Karanggede Sisma Medika Journal Health Infomation Management Indonesian ( JHIMI ). 01(03), 12–20.

Tasya Farida H, S. S. (2021). Analisis Lama Waktu Tungu Pelayanan Pasien Rawat Jalan Di Bagian Pendaftaran Rumah SAkit X Bandung. 6.

Yunia Fera Sugesti. (2021). Analisis Beban Kerja Dan Kebutuhan SDM Di Unit Kerja Pendaftaran Instalasi Rekam Medis Dengan Metode WISN Di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya Tahun 2021.

Downloads

Published

2026-02-18

How to Cite

PENGUKURAN BEBAN KERJA PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN PASCA PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI INSTALASI REKAM MEDIS RSUD KABUPATEN TANGERANG. (2026). JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 9(1), 984-989. https://doi.org/10.54314/jssr.v9i1.7179