KAJIAN PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DI KOTA MEDAN BERBASIS POTENSI EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA MASYARAKAT
DOI:
https://doi.org/10.54314/jssr.v9i5.7305Keywords:
creative economy, Medan city, priority subsector, culinaryAbstract
Abstract: This study aims to identify the most strategic and promising creative economy subsectors in Medan City by considering economic, social, cultural, and local wisdom potentials. It applies a descriptive qualitative approach based on secondary data and a weighted multi-criteria scoring analysis across Indonesia’s 17 officially recognized creative economy subsectors. Data were compiled from Statistics of Medan Municipality, the Ministry of Tourism and Creative Economy, local planning documents, and relevant academic literature. The assessment criteria consisted of economic potential and market size (30%), social inclusiveness and employment absorption (20%), cultural embeddedness and local wisdom (25%), ecosystem readiness and policy support (15%), and scalability in promotion, digitalization, and branding (10%). The findings indicate that Medan has a strong foundation for creative economy development due to its 5.10% economic growth in 2025, large urban market, trade-service and financial oriented economic structure, high human development, and distinctive multiethnic cultural assets. The weighted scoring results rank culinary as the leading subsector (4.90), followed by fashion (4.25), craft (4.15), and performing arts (3.85). The study therefore positions culinary as Medan’s leading creative economy subsector, with fashion and craft as priority strengthening subsectors and performing arts as a destination-identity support subsector. These findings suggest that Medan’s creative economy strategy should combine market-driven urban demand with culture-driven local identity formation.
Keywords: Creative economy; Medan City; Priority subsector; Culinary.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan menetapkan subsektor ekonomi kreatif yang paling strategis dan potensial di Kota Medan berdasarkan potensi ekonomi, sosial, budaya, dan kearifan lokal kota. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif berbasis data sekunder dengan dukungan analisis skoring multi-kriteria berbobot terhadap 17 subsektor ekonomi kreatif nasional. Data bersumber dari Badan Pusat Statistik Kota Medan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dokumen perencanaan Pemerintah Kota Medan, serta literatur ilmiah yang relevan. Kriteria penilaian meliputi: potensi ekonomi dan ukuran pasar (30%), inklusivitas sosial dan serapan kerja (20%), kedekatan budaya dan kearifan lokal (25%), kesiapan ekosistem dan dukungan kebijakan (15%), serta skalabilitas promosi, digitalisasi, dan branding (10%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Medan memiliki fondasi yang kuat untuk pengembangan ekonomi kreatif karena didukung pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi 5,10% pada 2025, komposisi PDRB yang besar, struktur ekonomi perdagangan, jasa dan keuangan, jumlah penduduk yang besar, dan kekayaan budaya multietnik yang khas. Berdasarkan hasil skoring, subsektor kuliner memperoleh skor tertinggi (4,90), diikuti fesyen (4,25), kriya (4,15), dan seni pertunjukan (3,85). Penelitian ini menetapkan kuliner sebagai subsektor unggulan utama Kota Medan, dengan fesyen dan kriya sebagai subsektor prioritas penguat, serta seni pertunjukan sebagai subsektor pendukung identitas destinasi. Temuan ini menegaskan bahwa model yang paling efektif untuk pengembangan ekonomi kreatif di Kota Medan adalah memadukan logika pasar perkotaan dengan penguatan identitas budaya lokal.
Kata Kunci: Ekonomi kreatif; Kota Medan; Subsektor unggulan; Kuliner
Downloads
References
Pemerintah Kota Medan. 2024a. “Gelar Melayu Serumpun Pukau Ribuan Pengunjung Dan Berhasil Promosikan Pariwisata Kota Medan. Medan: Portal Resmi Pemko Medan.” Pemerintah Kota Medan.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 2024b. “Tiga Sektor Utama Dongkrak Nilai Tambah Ekonomi Kreatif Hingga 55,65 Persen. Jakarta: Kemenparekraf/Baparekraf.” Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif.
BPS. 2024. “Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Medan 2025.” BPS Kota Medan.
BPS. 2025a. “Ekonomi Kota Medan Tahun 2024 Terhadap Tahun 2025 Mengalami Pertumbuhan Sebesar 5,07 Persen (y-on-Y).” BPS Kota Medan.
BPS. 2025b. “Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024.” BPS Kota Medan.
BPS. 2026. “Medan City’s Economy in 2025 Compared to 2024 Experienced Growth of 5.10 Percent (y-on-Y).” BPS Kota Medan.
Burhanudin, M., W. Rindayati, and L. Anggraeni. 2019. “Analysis of Creative Industries Development in Indonesia.” International Journal of Sciences: Basic and Applied Research.
Fahmi, F. Z., P. McCann, and S. Koster. 2017. “Creative Economy Policy in Developing Countries: The Case of Indonesia.” Urban Studies 54(6):1367–84.
Jannah, L. I., Z. Zusmelia, and I. Irwan. 2024. “Role of Social Capital in Creative Economy Development in the Craft Sub-Sector in the Tourism Destination Area of Sawahlunto City, West Sumatra Province.” Jurnal Etika Demokrasi 9(2).
Manurung, S. S. (2022). "Preferensi Ruang-Ruang Bersosialisasi Urban Kota Medan (Study Kasus Kawasan Kota Matsum, Medan Sumatera Utara). "SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara, 1 (1), 28-38.
Pratomo, S., K. Ashar, and D. Satria. 2020. “Role of Creative Economy on Local Economic Development.” Journal of Indonesian Applied Economics.
Sitepu, E. S. (2016). "Analisis Potensi dan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Medan." Politeknik Negeri Medan.
Daulay, Z. A. A. (2018). "Strategi Pengembangan Ekonomi Kretaif dengan Metode Triple Helix (Studi pada UMKM Kretaif di Kota Medan)." Tansiq : Jurnal Manajemen dan Bisnis Islam, 1 (2).
Swastuti, E., and E. S. Pudjiarti. 2021. “Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Mendukung Daya Saing Daerah Kota Tangerang.” JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik 7(1).
UNCTAD. 2010. “Creative Economy Report 2010: A Feasible Development Option.” Geneva: United Nations Conference on Trade and Development.
Badan Pusat Statistik Kota Medan. (2024). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Medan 2025. Medan: BPS Kota Medan.
Badan Pusat Statistik Kota Medan. (2025). Ekonomi Kota Medan Tahun 2024 terhadap Tahun 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,07 persen (y-on-y). Medan: BPS Kota Medan.
Badan Pusat Statistik Kota Medan. (2025). Statistik Ketenagakerjaan Kota Medan 2024. Medan: BPS Kota Medan.
Badan Pusat Statistik Kota Medan. (2025). Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024. Medan: BPS Kota Medan.
Badan Pusat Statistik Kota Medan. (2025). Penduduk Miskin Kota Medan Tahun 2025 sebesar 7,25 persen. Medan: BPS Kota Medan.
Badan Pusat Statistik Kota Medan. (2026). Medan City’s Economy in 2025 Compared to 2024 Experienced Growth of 5.10 Percent (y-on-y). Medan: BPS Kota Medan.
Burhanudin, M., Rindayati, W., & Anggraeni, L. (2019). Analysis of creative industries development in Indonesia. International Journal of Sciences: Basic and Applied Research.
Fahmi, F. Z., McCann, P., & Koster, S. (2017). Creative economy policy in developing countries: The case of Indonesia. Urban Studies, 54(6), 1367-1384.
Jannah, L. I., Zusmelia, Z., & Irwan, I. (2024). Role of social capital in creative economy development in the craft sub-sector in the tourism destination area of Sawahlunto City, West Sumatra Province. Jurnal Etika Demokrasi, 9(2).
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2024). Tiga sektor utama dongkrak nilai tambah ekonomi kreatif hingga 55,65 persen. Jakarta: Kemenparekraf/Baparekraf.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2025). Subsektor Ekonomi Kreatif. Jakarta: Kemenparekraf/Baparekraf.
Manurung, S. S. (2022). "Preferensi Ruang-Ruang Bersosialisasi Urban Kota Medan (Study Kasus Kawasan Kota Matsum, Medan Sumatera Utara). "SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara, 1 (1), 28-38.
Pemerintah Kota Medan. (2021). RPJMD Kota Medan 2021-2026. Medan: Pemerintah Kota Medan.
Pemerintah Kota Medan. (2021). Rencana Strategis Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Medan 2021-2026. Medan: Pemerintah Kota Medan.
Pemerintah Kota Medan. (2024). Gelar Melayu Serumpun pukau ribuan pengunjung dan berhasil promosikan pariwisata Kota Medan. Medan: Portal Resmi Pemko Medan.
Pemerintah Kota Medan. (2024). Resmi ditutup, nilai transaksi Medan Festival Kuliner 2024 capai Rp575 juta lebih. Medan: Portal Resmi Pemko Medan.
Pemerintah Kota Medan. (2024). Ramadhan Fair XVIII resmi ditutup Wali Kota Medan, pelaku UMKM kuliner raup omzet hingga Rp2 miliar. Medan: Portal Resmi Pemko Medan.
Pratomo, S., Ashar, K., & Satria, D. (2020). Role of creative economy on local economic development. Journal of Indonesian Applied Economics.
Sitepu, E. S. (2016). "Analisis Potensi dan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Medan." Politeknik Negeri Medan.
ulay, Z. A. A. (2018). "Strategi Pengembangan Ekonomi Kretaif dengan Metode Triple Helix (Studi pada UMKM Kretaif di Kota Medan)." Tansiq : Jurnal Manajemen dan Bisnis Islam, 1 (2).
Swastuti, E., & Pudjiarti, E. S. (2021). Strategi pengembangan ekonomi kreatif mendukung daya saing daerah Kota Tangerang. JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik, 7(1).
UNCTAD. (2010). Creative Economy Report 2010: A Feasible Development Option. Geneva: United Nations Conference on Trade and Development.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Regen Regen (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









