PROMOSI DIGITAL WISATA ALAM DESA KUTAGUGUNG MELALUI MEDIA SOSIAL BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT
DOI:
https://doi.org/10.54314/gpbbz872Keywords:
Media Sosial, Konten Digital, Promosi Wisata, Desa Wisata, KKNAbstract
Abstract: Kutagugung Village in Karo Regency has a scenic natural attraction, the Foursety pool set against Mount Sinabung, yet its digital promotion remains weak. This community service article describes a social media promotion strategy, its direct outputs, and its potential implications for tourist visits and village income. The activity was carried out by Student Community Service (KKN) participants from 30 July to 30 August 2026 using a descriptive qualitative approach, with data from observation, semi structured interviews, and documentation. The stages were potential mapping, planning, content production and publishing, mentoring, and audience response evaluation. Four contents on Instagram and TikTok gained 7,356 views, 224 likes, 11 comments, and 16 shares, with TikTok producing about twice the views of Instagram. These indicators describe information reach, not growth in visits, because visitor and income data from before and after the activity were unavailable; economic effects are therefore treated as potential only. Collaboration among students, the village government, the youth group, and the site managers was the main supporting factor, and account management was handed over to the village to keep the promotion going.
Keywords: Social Media; Digital Content; Tourism Promotion; Tourism Village; KKN.
Abstrak: Desa Kutagugung, Kabupaten Karo, memiliki daya tarik alam berupa kolam Foursety berlatar Gunung Sinabung, tetapi promosi digitalnya masih lemah. Artikel pengabdian ini menguraikan strategi promosi melalui media sosial, hasil langsungnya, dan potensi implikasinya bagi kunjungan wisatawan serta pendapatan desa. Kegiatan dijalankan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada 30 Juli–30 Agustus 2026 dengan pendekatan deskriptif kualitatif; data diperoleh dari observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Tahapannya meliputi pemetaan potensi, perencanaan, produksi dan publikasi konten, pendampingan, serta evaluasi respons audiens. Empat konten di Instagram dan TikTok memperoleh 7.356 tayangan, 224 suka, 11 komentar, dan 16 share; TikTok menghasilkan tayangan sekitar dua kali lipat Instagram. Indikator ini menggambarkan jangkauan informasi, bukan pertambahan kunjungan, sebab data kunjungan dan pendapatan sebelum–sesudah kegiatan belum tersedia sehingga dampak ekonomi hanya dibahas sebagai potensi. Kolaborasi mahasiswa, pemerintah desa, karang taruna, dan pengelola wisata menjadi faktor pendukung utama, dan pengelolaan akun diserahkan kepada desa agar promosi berlanjut.
Kata kunci: Media Sosial; Konten Digital; Promosi Wisata; Desa Wisata; KKN
Downloads
References
Akasse, C. S., & Ramansyah, R. (2023). Strategi promosi pariwisata melalui media sosial dalam meningkatkan pengunjung di desa wisata. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 10(1), 52–60. https://doi.org/10.24036/scs.v10i1.457
Ariyanti, S., Arviania, N., & Zaki, A. (2025). Sosial media marketing untuk meningkatkan kunjungan wisatawan: Studi kasus pada Desa Wisata Pentingsari Yogyakarta. Sosio e-Kons, 17(1). https://doi.org/10.30998/sosioekons.v17i1.26052
Hanifah, H. S., Harahap, E. F., Marlina, S., & Septiana, Y. (2025). Pengembangan desa wisata melalui digital marketing, inovasi produk dan tata kelola kelembagaan BUMDes di Kabupaten Garut. Jurnal Algoritma, 22(1), 982–992. https://doi.org/10.33364/algoritma/v.22-1.2426
Karmila, K., & Ardan, T. (2022). Strategi pemasaran melalui digital marketing dalam upaya promosi Desa Wisata Curugagung. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 3(2), 447–454. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v3i2.369
Kemp, S. (2025). Digital 2026: Indonesia. DataReportal. https://datareportal.com/reports/digital-2026-indonesia
Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, I. (2017). Marketing 4.0: Moving from traditional to digital. Wiley.
Nandika, T. S., Sadat, A. M., & Febrilia, I. (2023). Pengaruh digital marketing, e-WOM, destination branding dan green marketing terhadap visit intention desa wisata. Jurnal Bisnis, Manajemen, dan Keuangan, 4(1). https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jbmk/article/view/33283
Sari, H. K., Al Fariz, M. R., & Bagas, M. K. (2025). Strategi konten digital marketing untuk memperkenalkan desa wisata. Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia, 1(1), 7–14. https://doi.org/10.15294/jpoi.v1i1.21645
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. (2009). https://peraturan.bpk.go.id/Details/38598/uu-no-10-tahun-2009
Xiang, Z., & Gretzel, U. (2010). Role of social media in online travel information search. Tourism Management, 31(2), 179–188. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2009.02.016
Yanti, D., Ramadhan, I., Yunita, D., & Lubis, M. R. (2024). Peran media sosial dalam mempromosikan pariwisata di Desa Perkebunan Bukit Lawang. Jurnal Pariwisata, 11(1), 1–13. https://doi.org/10.31294/par.v11i1.21228
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kurnia Siregar, Syawalia Arifa, Tiara Tirta Dewi, Budiman Budiman (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









