DAMPAK PENGGUNAAN PLASTIK SEKALI PAKAI TERHADAP LINGKUNGAN PERKOTAAN WILAYAH JALAN HIU KELURAHAN ULAK KARANG SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.54314/jssr.v8i4.4219Abstract
Abstract: This study aims to describe the habit of using single-use plastics, analyze its environmental impacts, and explore public perceptions and awareness levels in Jalan Hiu, Ulak Karang Selatan Village. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving 10 purposively selected informants. The findings reveal that the use of single-use plastics remains high, driven by practicality, abundant availability, and the lack of eco-friendly alternatives. The resulting impacts include clogged drainage channels, air pollution from burning plastic waste, and a decline in environmental aesthetics. Although some community members understand the negative impacts of single-use plastics, such awareness has not been fully translated into behavioral change. Constraining factors include insufficient waste management facilities, weak enforcement of regulations, and a culture of instant consumption. This study concludes that education-based interventions, the provision of alternative packaging, and stronger policy enforcement are needed to reduce the community’s dependence on single-use plastics.
Keyword: single-use plastic; habit; environmental impact; public awareness; Padang
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kebiasaan penggunaan plastik sekali pakai, menganalisis dampaknya terhadap lingkungan, serta menggali persepsi dan tingkat kesadaran masyarakat di wilayah Jalan Hiu, Kelurahan Ulak Karang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, melibatkan 10 informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan plastik sekali pakai masih tinggi, didorong oleh faktor kepraktisan, ketersediaan yang melimpah, dan minimnya alternatif ramah lingkungan. Dampak yang ditimbulkan meliputi penyumbatan saluran drainase, pencemaran udara akibat pembakaran sampah plastik, serta menurunnya estetika lingkungan. Meskipun sebagian masyarakat memahami dampak negatif plastik sekali pakai, kesadaran tersebut belum sepenuhnya diikuti perubahan perilaku. Faktor penghambat mencakup kurangnya fasilitas pengelolaan sampah, lemahnya penerapan regulasi, dan budaya konsumsi instan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi berbasis edukasi, penyediaan alternatif kemasan, dan penguatan kebijakan diperlukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap plastik sekali pakai.
Kata kunci: dampak, kelurahan, lingkungan, perkotaan, plastik
Downloads
References
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology
of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang. (2024). Laporan pengelolaan sampah Kota Padang tahun 2024. Padang: Pemerintah Kota Padang.
Habaib, N., & Mukarramah, A. (2022). Pengaruh kebiasaan masyarakat terhadap penggunaan produk plastik sekali pakai dan upaya pengurangan sampah di Indonesia. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, 5(2), 123–135.
Panda, S. (2020). Plastic pollution: Causes, consequences and solutions. International Journal of Current Research, 12(6), 10289–10294.
Pemerintah Kota Padang. (2018). Peraturan Walikota Padang Nomor 36 Tahun 2018 tentang pengendalian penggunaan kantong plastik. Padang: Pemerintah Kota Padang.
Sanny Edinov, & Rezki Fauzi. (2023). Community Behavior in Artificial Intelligence-Based Waste Management. Formosa Journal of Sustainable Research, 2(2), 341–350. https://doi.org/10.55927/fjsr.v2i2.2993
Stern, P. C. (2000). Toward a coherent theory of environmentally significant behavior. Journal of Social Issues, 56(3), 407–424.




