DAMPAK TRADISI PERNIKAHAN DINI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI PADA WANITA : LITERATURE REVIEW
Diterbitkan 2023-02-01
Cara Mengutip
Abstrak
Pernikahan dini dipahami sebagai tradisi pernikahan yang umumnya dilakukan oleh pasangan pria dan wanita yang belum mencukupi umur dengan kriteria usia yang masih relatif muda yaitu 10-19 tahun saat melaksanakan pernikahan. Tradisi ini masih terjadi di Indonesia, pada umumnya dilakukan oleh masyarakat di daerah pedalaman. Hal ini dikarenakan budaya untuk menikah dini masih dipegang teguh oleh sebagian masyakakat. Beberapa penelitian menemukan dampak negatif dari pernikahan dini terhadap kesehatan alat reproduksi wanita. Artikel ini disusun dengan tujuan untuk membahas Dampak Tradisi Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Alat Reproduksi Wanita berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya. Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review melalui artikel penelitian sebelumnya yang ditemukan pada database google scholar. Artikel dipilih dengan kriteria yakni artikel terbit antara tahun 2017-2022. Analisis review literatur dilakukan dengan membandingkan metode penelitian, pengolahan, dan hasil yang diperoleh dari setiap artikel. Berdasarkan analisis literatur diperoleh bahwa pernikahan dini memberikan dampak berbahaya terhadap kesehatan reproduksi pada wanita. Fisik dan organ reproduksi yang belum matang menyebabkan munculnya resiko terhadap kesehatan repoduksi. Oleh karena itu, faktor usia yang matang perlu diperhatikan untuk memulai sebuah pernikahan yang baik..
##plugins.themes.classic.displayStats.downloads##
Referensi
- Al Rahmad, A. H. (2017). Pemberian ASI dan MPASI terhadap Pertumbuhan Bayi Usia 6–24 Bulan. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 17(1), 8-14
- Badan Pusat Statistik. (2020). Pencegahan Perkawinan Anak ; Percepatan yang Tidak Bisa Ditunda. x–xii
- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana. (2012). Pernikahan Dini Pada Beberapa Provinsi Di Indonesia: Dampak Overpopulation, Akar Masalah Dan Peran Kelembagaan Di Daerah. Jakarta: Ditdamduk.
- Depkes RI. (2003). Strategi Nasional Kesehatan Remaja. Jakarta: Direktorat Kesehatan Keluarga Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat
- Harahap, A. P., Amini, A., & Pamungkas, C. E. (2018). Hubungan Karakteristik Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Dampak Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ulul Albab, 22(2), 1–5.
- Hidayangsih, P.S. (2014). Perilaku Berisiko dan Permasalahan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 5 (2), 1–10
- Johnson, M.H & Everitt, B.J. (2000). Essential Reproduction. Fifth Edition. USA: Blackwell Science.
- Kabir, M.R , Gosh, S, & Shawly, A (2019). Cause of Early Marriage and Its Effect on Reproductive Health of Young Mothers in Bangladesh. American Journal of Applied Science, 16 (9) 289 - 297
- Katmawanti, S., Yusup, D.H.D, Sholihah, F.Z, & Awaliahmunaliza, M. (2022). Dampak Pernikahan Dini terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja Perempuan. Sport Health Seminar With Real Action (STARWARDS), xxx (xxx)
- Lubis, A.A. (2016). Latar Belakang Wanita Melakukan Perkawinan Usia Dini. Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik, 4 (2)
- Maudina D.L. (2019). Dampak Pernikahan Dini Bagi Perempuan. Harkat : Media Komunikasi Gender, 15 (2)
- Munawara, Yasak E.M, & Dewi, S.I. (2015). Budaya Pernikahan Dini Terhadap Kesetaraan Gender Masyarakat Madura. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 4 (3)
- Natalia, S., Sekarsari, I., Rahmayanti, F., & Febriani, N. (2021). Resiko Seks Bebas dan Pernikahan Dini Bagi Kesehatan Reproduksi Pada Remaja. Journal of Community Engagement in Health, 4(1), 76-81.
- Puspasari, H. W., & Prawitaningtyas, I. (2020). Masalah Kesehatan Ibu Dan Anak Pada Pernikahan Usia Dini Di Beberapa Etnis Indonesia; Dampak Dan Pencegahannya. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 23(4), 275–283
- Rahma, M. (2018). The relation between sexuality knowledge and sexual behavior of adolescents atsenior high school 1 Subang. Midwife J, 5, 17–25
- Rokhim, A & Sirait, L (2016). Tinjauan Yuridis Perkawinan dibawah Umur dan Perceraian di Pengadilan Agama Kelas I (A) Samarinda. Jurnal Socioscientia Kopertis Wilayah XI. 8 (2),111-120
- Rosmiati, E, Mustofa, S.B, & Rahfiludin, M.Z. (2022). Effect of Early Marriage on Reproductive and Sexual Health. Budapest International Research and Critics Institute-Jounal (BIRCI-Journal : Humanities and Social Science. 5 (1), 5832-5837
- Sari, L. Y., Umami, D. A., & Darmawansyah, D. (2020). Dampak Pernikahan Dini Pada Kesehatan Reproduksi Dan Mental Perempuan (Studi Kasus Di Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu). Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 10(1), 54–65.
- Sekarayu, S. Y., & Nurwati, N. (2021). Dampak Pernikahan Usia Dini Terhadap Kesehatan Reproduksi. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 2(1), 37.
- United Nations Children’s Fund, (2020). Ending Child Marriage: A profile of progress in Bangladesh, New York : UNICEF
- Widyawati, E & Pierewan, A.C. (2017). Determinan Pernikahan Usia Dini di Indonesia. Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 14 (4), 55-70
- Yelvianti, T, & Handayani, S (2021). Determinan Pernikahan Usia Dini. Medikes (Media Informasi Kesehatan), 8 (2)