DEVELOPING ANGLAIS POUR LE TOURISME ET L'HÔTELLERIE TEACHING MATERIALS THROUGH THE INTEGRATION OF NORTH SUMATRAN LOCAL CULTURE AND LUMI EDUCATION.
DOI:
https://doi.org/10.54314/jssr.v9i5.7243Keywords:
Anglais pour le Tourisme et l'Hôtellerie (ATH), teaching materials development, North Sumatra, Lumi Education, H5P, ADDIE modelAbstract
Abstract: Tourism and hospitality programs in North Sumatra face a persistent gap between generic, globally-oriented English for Specific Purposes (ESP) coursebooks and the region's multi-ethnic cultural assets (Toba Batak, Karo, Simalungun, Pakpak, Angkola, Mandailing, Nias, and Malay), while post-pandemic instruction increasingly demands interactive, self-paced digital delivery.This study aims to (1) analyze the target and learning needs of Anglais pour le Tourisme et l'Hôtellerie (ATH) learners and stakeholders, (2) describe the process of developing ATH teaching materials that embed North Sumatran local culture and are authored as interactive H5P content through Lumi Education, and (3) evaluate the validity and practicality of the resulting materials. This study used a Research and Development (R&D) design following the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data were collected through needs-analysis questionnaires, semi-structured interviews with students and tourism-industry practitioners, expert-validation instruments (content, language, media/design, and cultural-authenticity aspects), and a student practicality questionnaire, then analyzed using both descriptive-quantitative and thematic-qualitative techniques. The needs analysis confirmed a strong demand for authentic, culturally contextualized speaking and listening materials; ten interactive units were designed and developed in Lumi Education (e.g., Course Presentation, Branching Scenario, Dialog Cards, Image Hotspot, and Interactive Video) around North Sumatran sites and traditions such as Tourist attartions and historical landmarks, traditional handwoven textiles and their symbolized, and Traditional hospitality customs. Expert validation placed the materials in the very valid category (overall mean 3.69 of 4, 92.2%), and classroom implementation showed a very practical student response (94.3%) The integration of North Sumatran local culture with Lumi Education's H5P authoring environment produces ATH teaching materials that are valid, practical, and effective in improving learners' tourism-English performance, addressing a gap left by prior ESP-tourism and local-wisdom studies that treated these two dimensions separately; the main area flagged for further refinement is the audio clarity of listening-based activities. The findings imply that ESP materials developers and tourism-education policymakers can use locally-grounded, H5P-based interactive design as a replicable model for other regions seeking to align vocational English instruction with cultural preservation and digital-learning demands.
Keyword: Anglais pour le Tourisme et l'Hôtellerie (ATH) ; teaching materials development; local culture; North Sumatra; Lumi Education; H5P; ADDIE model
Abstrak: Program pariwisata dan perhotelan di Sumatera Utara menghadapi kesenjangan yang terus-menerus antara buku teks Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (ESP) yang bersifat umum dan berorientasi global dengan kekayaan budaya multietnis di wilayah tersebut (Batak Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, Angkola, Mandailing, Nias, dan Melayu), sementara pembelajaran pasca-pandemi semakin menuntut penyampaian materi secara digital yang interaktif dan dapat disesuaikan dengan kecepatan belajar masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis sasaran dan kebutuhan belajar peserta didik serta pemangku kepentingan Anglais pour le Tourisme et l'Hôtellerie (ATH), (2) mendeskripsikan proses pengembangan bahan ajar ATH yang mengintegrasikan budaya lokal Sumatera Utara dan disusun sebagai konten interaktif H5P melalui Lumi Education, serta (3) mengevaluasi validitas dan kepraktisan bahan ajar yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian dan Pengembangan (R&D) yang mengikuti model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Data dikumpulkan melalui kuesioner analisis kebutuhan, wawancara semi-terstruktur dengan mahasiswa dan praktisi industri pariwisata, instrumen validasi ahli (aspek isi, bahasa, media/desain, dan keaslian budaya), serta kuesioner praktisitas bagi mahasiswa, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-kuantitatif dan tematik-kualitatif. Analisis kebutuhan menegaskan adanya permintaan yang kuat akan materi berbicara dan mendengarkan yang otentik serta kontekstual secara budaya; sepuluh unit interaktif dirancang dan dikembangkan di Lumi Education (misalnya, Presentasi Kursus, Skenario Bercabang, Kartu Dialog, Titik Aktif Gambar, dan Video Interaktif) yang berpusat pada lokasi dan tradisi di Sumatera Utara, seperti objek wisata dan landmark bersejarah, tenun tradisional dan simbol-simbolnya, serta adat istiadat keramahan tradisional. Validasi oleh para ahli menempatkan materi-materi tersebut dalam kategori sangat valid (rata-rata keseluruhan 3,69 dari 4, 92,2%), dan implementasi di kelas menunjukkan respons siswa yang sangat positif (94,3%). Para validator dan siswa juga mencatat bahwa kualitas audio pada beberapa segmen mendengarkan/video interaktif perlu ditingkatkan. Integrasi budaya lokal Sumatera Utara dengan lingkungan pengembangan H5P dari Lumi Education menghasilkan bahan ajar ATH yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kinerja bahasa Inggris pariwisata peserta didik, sekaligus mengatasi kesenjangan yang ditinggalkan oleh studi ESP-pariwisata dan kebijaksanaan lokal sebelumnya yang memperlakukan kedua dimensi tersebut secara terpisah; area utama yang perlu diperbaiki lebih lanjut adalah kejernihan audio pada aktivitas berbasis mendengarkan. Temuan ini menyiratkan bahwa pengembang materi ESP dan pembuat kebijakan pendidikan pariwisata dapat menggunakan desain interaktif berbasis H5P yang berakar pada konteks lokal sebagai model yang dapat direplikasi bagi wilayah lain yang berupaya menyelaraskan pengajaran bahasa Inggris kejuruan dengan pelestarian budaya dan tuntutan pembelajaran digital.
Kata kunci: Anglais pour le Tourisme et l'Hôtellerie (ATH); pengembangan bahan ajar; budaya lokal; Sumatera Utara; Lumi Education; H5P; model ADDIE
Downloads
References
Amin, M., & Ritonga, A. D. (2024). Diversity, local wisdom, and unique characteristics of millennials as capital for innovative learning models: Evidence from North Sumatra, Indonesia. Societies, 14(12), 260. https://doi.org/10.3390/soc14120260
Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. Springer.
Dudley-Evans, T., & St John, M. J. (1998). Developments in English for specific purposes: A multi-disciplinary approach. Cambridge University Press.
Handini, B. S., Suhardi, J., Lestari, T., Palupiningsih, A., & Asrobi, M. (2025). What tourism students want and need vs what tour guides demand: An Indonesian "culture-based English for tour guides" material. Forum for Linguistic Studies, 7(10), 1050–1064. https://doi.org/10.30564/fls.v7i10.11
Huda, T. A., Setiyadi, A. B., Haenilah, E. Y., Rusminto, N. E., Sinaga, R. M., & Hamid, M. A. (2025). Local wisdom-infused experiential learning and its effects on reading literacy: A meta-analysis. Journal of Education and Learning (EduLearn), 19(3), 1743–1752. https://doi.org/10.11591/edulearn.v19i3.22069
Hutchinson, T., & Waters, A. (1987). English for specific purposes: A learning-centred approach. Cambridge University Press.
Jacob, T., & Centofanti, S. (2023). Effectiveness of H5P in improving student learning outcomes in an online tertiary education setting. Journal of Computing in Higher Education, 35, 574–591. https://doi.org/10.1007/s12528-023-09361-6
Lumi Education. (2024). Create H5P and host your content on Lumi. https://lumi.education/en/
Mutawa, A. M., Al Muttawa, J. A. K., & Sruthi, S. (2023). The effectiveness of using H5P for undergraduate students in the asynchronous distance learning environment. Applied Sciences, 13(8), 4983. https://doi.org/10.3390/app13084983
Natalia, C. H., Siregar, T. M. S. B., Pulungan, A. H., Khairina, Y., & Batubara, K. B. (2025). Integrating local wisdom and character values in digital materials for receptive oral language skills. Journal of Language, 8(2). https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/journaloflanguage/article/view/12262
Puspitasari, I. (2018). Developing English for tourism materials through stakeholders' needs analysis. English Review: Journal of English Education, 7(1), 147–156. https://doi.org/10.25134/erjee.v7i1.1534
Serasi, R., Arono, A., & Yunita, W. (2024). Designing English language teaching materials for tourism based on Project-Based Learning for English Education study program students. Journal of Education Research, 5(4), 4689–4697. https://doi.org/10.37985/jer.v5i4.986
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tomlinson, B. (Ed.). (2011). Materials development in language teaching (2nd ed.). Cambridge University Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fitri Ervina Tarigan, Resti Citra Dewi, Surya Kelana Putra, Lilis Novianti (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









