PERAN KAPABILITAS BERTUTUR BAHASA ASING OLEH POLYGLOT MUSLIM DALAM DIPLOMASI BUDAYA DAN DAKWAH GLOBAL: STUDI ANALISIS ATAS LIMA ASPEK KOMUNIKASI STRATEGIS
DOI:
https://doi.org/10.54314/jssr.v8i3.3355Abstrak
Artikel ini mengkaji peran kemampuan bertutur bahasa asing oleh polyglot Muslim dalam memperkuat diplomasi budaya dan dakwah Islam pada tataran global. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis teoritik atas lima aspek komunikasi strategis yakni diplomasi budaya, dakwah ekonomi, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan teknologi tulisan ini menunjukkan bahwa kompetensi multibahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga instrumen strategis dakwah dan transformasi peradaban. Penelitian ini menegaskan bahwa kapabilitas linguistik seorang polyglot Muslim berperan dalam menjembatani nilai-nilai Islam dengan kultur global, memperkuat narasi Islam rahmatan lil ‘alamin, serta membuka ruang kolaborasi internasional berbasis nilai dan etika IslamUnduhan
Referensi
Nye, Joseph S. Soft Power: The Means to Success in World Politics. PublicAffairs, 2004.
Al-Qur’an al-Karim.
Esposito, John L. Islam and Politics. Syracuse University Press, 1998.
Hafez, Kai. Islam and the West in the Mass Media: Fragmented Images in a Globalizing World. Hampton Press, 2000.
Khan, Nouman Ali. Ceramah dan publikasi digital (Bayyinah TV).
Muslim World League. Annual Reports, 2022–2024.
Peace TV. Siaran dan dokumentasi digital.
Qadhi, Yasir. Lectures on Comparative Religion and Islamic Theology.




