DAMPAK OVEREXPOSURE INFORMASI DIGITAL TERHADAP STRES PADA ANAK: PERAN POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM MITIGASI RISIKO DI DESA KEDIRI, LOMBOK BARAT
Published 2025-05-20
How to Cite
Abstract
Abstract: This study aims to examine the impact of overexposure to digital information on children's stress levels in Kediri Village, West Lombok. Excessive exposure to digital information, especially from social media, has been found to contribute to increased stress in children, as indicated by difficulty focusing, social anxiety, sleep disturbances, and decreased mental health. The research method used is a descriptive quantitative method. The results showed that 70% of children experienced difficulty focusing after excessive use of digital devices, while 30% of children experienced anxiety or stress due to consumption of negative information. The main factors that trigger stress include negative content on social media, academic pressure due to comparison with peers, and lack of communication with parents. However, this study also found that parental communication patterns play an important role in reducing the impact of stress due to digital overexposure. Children with parents who apply authoritative communication patterns (40%) showed lower stress levels than children with permissive or authoritarian parents.Â
Â
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak overexposure informasi digital terhadap tingkat stres anak-anak di Desa Kediri, Lombok Barat. Paparan berlebihan terhadap informasi digital, terutama dari media sosial, ditemukan berkontribusi pada peningkatan stres anak, yang ditunjukkan melalui kesulitan fokus, kecemasan sosial, gangguan tidur, dan penurunan kesehatan mental. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% anak mengalami kesulitan fokus setelah penggunaan perangkat digital yang berlebihan, sementara 30% anak mengalami kecemasan atau stres akibat konsumsi informasi negatif. Faktor utama yang memicu stres meliputi konten negatif di media sosial, tekanan akademik akibat perbandingan dengan teman sebaya, serta kurangnya komunikasi dengan orang tua. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa pola komunikasi orang tua memainkan peran penting dalam mengurangi dampak stres akibat overexposure digital. Anak-anak dengan orang tua yang menerapkan pola komunikasi otoritatif (40%) menunjukkan tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan anak-anak dengan orang tua permisif atau otoriter.Â
Â
Kata kunci: Overexposure digital, stres anak, literasi digital, pola komunikasi orang tua, kesehatan mental.
Downloads
References
- Vedechkina, M., & Borgonovi, F. (2021). A Review of the Literature on the Impact of Digital Technology on Adolescent Well-being. OECD Education Working Papers, 246.
- Twenge, J. M., et al. (2020). Associations Between Screen Time and Psychological Well-being: Evidence from a Large-scale Study. Journal of Adolescent Health, 67(5), 684-692.
- Kircaburun, K., et al. (2020). Parenting Styles and Adolescent Digital Addiction. Computers in Human Behavior, 112, 106459.
- Hamdi, M. A., & Supratman, L. P. (2024). Pola Komunikasi Orangtua Dalam Mengendalikan Penggunaan Gawai Pada Anak. eProceedings of Management, 11(2).
- Harining, N. L. S., & Suardana, I. K. P. (2023). Pola Komunikasi Orang Tua dalam Menekan Dampak Negatif Konten Short Video Media Online YouTube pada Anak Usia Dini. Sadharananikarana: Jurnal Ilm
- Saraswati, P. A., & Rekha, R. (2020). Hubungan komunikasi orang tua-anak dengan stres akademik mahasiswa tahun pertama program studi sarjana keperawatan dan profesi ners FK UNUD
- Zulfitri, D. (2021). Pola komunikasi keluarga dalam pembentukan kepribadian anak di era digital
- oanita, S. (2020). Komunikasi orang tua dan tingkat stres mahasiswa perantau.
- https://www.kompasiana.com/sekarfaliha4025/67b42f26c925c44b303e4b12/kesehatan-mentak-remaja-di-era-digital
- Hasnani. (2023). Pola komunikasi orang tua dalam pembinaan mental anak di Desa X