RAGAM BAHASA GURU DALAM INTERAKSI KELAS: STUDI KASUS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MAS BAHRUL ULUUM AL-KAMAL

Authors

  • Zulkarnain Sirait Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal
  • Akmal Akmal Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal

DOI:

https://doi.org/10.54314/jssr.v6i3.3815

Abstract

Abstract: This study aims to examine the varieties of language used by Indonesian language teachers in classroom interactions at MAS Bahrul Uluum Al-Kamal, Asahan Regency. It investigates the forms, pragmatic functions, and contextual factors influencing the teacher's language choices. The research employed a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, audio-video recordings, in-depth interviews, and document analysis. Data analysis followed Miles and Huberman’s interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers employed three primary language varieties: formal, consultative, and casual. Formal language was dominant in delivering lessons and explaining linguistic rules, while consultative and casual varieties emerged during discussions and classroom management. Code-switching and code-mixing phenomena were also identified, involving shifts between Indonesian, regional languages (Melayu and Javanese), and Arabic, especially in religious or culturally significant expressions. These shifts were found to be strategic rather than arbitrary, aimed at enhancing meaning, emotional engagement, and cultural relevance. In terms of pragmatic functions, the teacher’s utterances reflected six functions based on Halliday’s taxonomy: representational, heuristic, interactional, personal, instrumental, and imaginative. Factors influencing language choices included students’ ethnic backgrounds, instructional objectives, cultural-religious context, and the teacher's teaching experience. The use of consultative and casual registers positively impacted student participation and comfort, although it raised concerns regarding the imitation of informal styles in formal academic writing. To address this, a reflective strategy—such as formal language recapitulation at the end of lessons—is recommended. Overall, the study highlights that teacher language variety is not merely a linguistic variation but a pedagogical medium laden with social, cultural, and educational implications, playing a crucial role in shaping students' literacy habits and classroom atmosphere.

 

Keywords: Language Variety; Code-Switching; Classroom Interaction



Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ragam bahasa yang digunakan guru Bahasa Indonesia dalam interaksi kelas di MAS Bahrul Uluum Al-Kamal, Kabupaten Asahan, dengan menelaah bentuk, fungsi pragmatis, serta faktor-faktor yang memengaruhi pemilihannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, rekaman audio-video, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan tiga ragam bahasa utama, yaitu ragam resmi, konsultatif, dan santai. Ragam resmi dominan dalam pengantar dan penjelasan materi, sedangkan ragam konsultatif dan santai muncul dalam diskusi serta pengelolaan suasana kelas. Fenomena alih kode dan campur kode juga ditemukan dalam bentuk peralihan antara Bahasa Indonesia, bahasa daerah (Melayu dan Jawa), serta bahasa Arab. Penggunaan variasi ini bersifat strategis untuk memperjelas makna, membangun kedekatan afektif, serta menyesuaikan konteks kultural religius pesantren. Dari segi fungsi pragmatis, tuturan guru mencakup enam fungsi menurut klasifikasi Halliday: representasional, heuristik, interaksional, personal, instrumental, dan imajinatif. Faktor-faktor penentu dalam pemilihan ragam meliputi latar etnis siswa, tujuan instruksional, budaya lokal, serta pengalaman mengajar guru. Penggunaan ragam konsultatif dan santai terbukti meningkatkan partisipasi dan kenyamanan siswa, namun menimbulkan risiko imitasi gaya informal dalam konteks akademik formal. Oleh karena itu, disarankan strategi reflektif seperti rekapitulasi dengan ragam baku di akhir sesi pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ragam bahasa guru dalam kelas adalah sarana pedagogik yang tidak hanya mencerminkan variasi linguistik, tetapi juga mengonstruksi dinamika sosial, budaya, dan pembentukan habitus literasi siswa.

 

Kata kunci: Ragam Bahasa; Alih Kode; Interaksi Kelas

Downloads

Download data is not yet available.

References

I. P. Putra, “Tak Lagi Gunakan Istilah ‘PUEBI’, Badan Bahasa Kembali Pakai ‘EYD,’†Medcom.id, 2022. https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/Rb1pOJlN-tak-lagi-gunakan-istilah-puebi-badan-bahasa-kembali-pakai-eyd

R. Syawal, “Penggunaan Variasi Bahasa Guru Dalam Interaksi Pembelajaran Bahasa Indonesia,†J. Penelit. Pendidik. Bhs. Dan Sastra, vol. 7, no. 1, pp. 71–76, 2022, doi: 10.32696/jp2bs.v7i1.787.

D. Sugiarti, L. S. Nurwahidah, D. Sahidin, and F. Hamdani, “Campur Kode dan Alih Kode pada Tuturan Guru Bahasa Indonesia,†J. Kaji. Bahasa, Sastra dan Pengajaran, vol. 6, no. 2, pp. 394–407, 2023, doi: 10.31539/kibasp.v6i2.6057.

S. Sudaryati and G. K. A. Suputra, “Variasi Keformalan dalam Wacana Kelas Mahasiswa Angkatan 2016 Kelas A Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Tadulako,†J. Bhs. dan Sastra, vol. 3 No 5, no. 5, pp. 1–13, 2018.

Ngifat Khoerunnisa, “Variasi Bahasa Sebagai Kendali Keakraban Antara Guru Dan Siswa Dalam Interaksi Pembelajaran Di Sd Negeri 3 Sidareja,†JISPENDIORA J. Ilmu Sos. Pendidik. Dan Hum., vol. 1, no. 3, pp. 50–56, 2022, doi: 10.56910/jispendiora.v1i3.248.

K. D. Handika, I. K. Sudarma, and I. N. Murda, “Analisis Penggunaan Ragam Bahasa Indonesia Siswa dalam Komunikasi Verbal,†J. Pedagog. dan Pembelajaran, vol. 2, no. 3, p. 358, 2019, doi: 10.23887/jp2.v2i3.19284.

L. J. Moleong, Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2021.

R. Zulfirman, “Implementasi Metode Outdoor Learning dalam Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Agama Islam di MAN 1 Medan,†J. Penelitian, Pendidik. dan Pengajaran JPPP, vol. 3, no. 2, pp. 147–153, 2022, doi: 10.30596/jppp.v3i2.11758.

Nuryani, S. Isnaniah, and I. Eliya, Sosiolinguistik Dalam Pengajaran Bahasa Berbasis Multikultural: Teori dan Praktik Penelitian. Bogor: IN MEDIA, 2021.

Downloads

Published

2023-10-30

How to Cite

RAGAM BAHASA GURU DALAM INTERAKSI KELAS: STUDI KASUS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MAS BAHRUL ULUUM AL-KAMAL. (2023). JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 6(3), 887-893. https://doi.org/10.54314/jssr.v6i3.3815

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2