BENTUK INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT MULTIKULTURAL DALAM MENINGKATKAN KEBERFUNGSIAN SOSIAL DI DESA RAMA AGUNG KABUPATEN BENGKULU UTARA
DOI:
https://doi.org/10.54314/jssr.v8i4.4177Abstract
Harmonisasi yang ada di Desa Rama Agung tidak lepas dari kuatnya rasa toleransi, saling mendukung dan tidak mengganggu agama atau budaya yang dimiliki masyarakat lain. Hal ini terjadi karena terciptanya interaksi sosial positif didalamnya yang meliputi asosiatif atau bentuk penyatuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Bentuk Interaksi Sosial Masyarakat Multikultural dalam Meningkatkan Keberfungsian Sosial di Desa Rama Agung Kabupaten Bengkulu Utara. Terciptanya harmonisasi sosial di desa ini karena adanya interaksi sosial yang saling menguntungkan antar masyarakatnya mulai dari sikap toleransi, saling mendukung, dan saling menjaga di tengah keberagaman. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan informan yang terdiri dari kepala desa, kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk interaksi sosial asosiatif (penyatuan) yakni kerjasama berupa tolong menolong dalam suka maupun duka, akulturasi (percampuran budaya) berupa kuliner dan bahasa, asimilasi (percampuran budaya yang membentuk kebudayaan baru) berupa pernikahan beda agama dalam satu keluarga, serta akomodasi (penyesuaian diri) yang sudah berjalan dengan baik. Bentuk interaksi sosial disosiatif (pemisahan) berupa persaingan terjadi dalam bentuk positif berupa kompetisi, kontravensi (ketidaksepakatan) terjadi hanya dalam forum diskusi yang tidak menimbulkan perpecahan serta konflik yang tidak pernah terjadi di desa ini. Hal ini dikarenakan pemerintah desa mempunyai wadah dalam memediasi konflik yakni FPUB (Forum Perwakilan Umat Beragama).Downloads
References
Apriliani, F. T., Wibowo, H., Humaedi, S., & Irfan, M. (2020). Model Keberfungsian Sosial Masyarakat pada Kehidupan Normal Baru. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 2(2), 133. https://doi.org/10.24198/jkrk.v2i2.29123
Asrori, M., & Ali, M. (2019). Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Bumi Aksara.
A’yun, Z. Q. (2020). Interaksi Sosial Masyarakat Multikultural (Masyarakat di Desa Kayukebek Tutur Nongkojajar). Universitas Yudharta. https://repository.yudharta.ac.id/609/
BPS-Statistics Indoensia. (2023). Statistical Yearbook of Indonesia 2023. BPS-Statistics Indonesia.
BPS-Statistics of Bengkulu Province. (2023). Bengkulu Province in Figures 2023. BPS-Statistics of Bengkulu Province.
Haryanto, D., & Nugrohadi, E. (2011). Pengantar Sosiologi Dasar. Prestasi Pustaka.
Kementerian Agama. (2022). Jumlah Penduduk Menurut Agama [Dataset]. Kemenag RI. https://satudata.kemenag.go.id/dataset/detail/jumlah-penduduk-menurut-agama
Max, S. (1975). Introduction to Social Work Practice. Macmillan.
Rustanto, B. (2015). Masyarakat Multikultur di Indonesia. Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan RnD. Alfabeta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Pub. L. No. 1 (1974).




