FILOSOFI ANGKEN PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG DI KOTABUMI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN KEARIFAN LOKAL

Authors

  • Yudi Surono STAI Ibnu Rusyd Kotabumi

DOI:

https://doi.org/10.54314/jssr.v9i3.6538

Keywords:

Angken, Lampung Customs, Islamic Law, Local Wisdom

Abstract

Abstract: The Angken philosophy is an important part of Lampung's traditional society, governing the relationship between individuals and society. However, the implementation of the Angken philosophy in a modern context often faces challenges, particularly in integrating the principles of Islamic law and local wisdom. This study aims to analyze the Angken philosophy within the Lampung traditional community in Kotabumi from the perspective of Islamic law and local wisdom. The research methods used were literature review and interviews with traditional leaders and members of the Lampung traditional community. The results indicate that the Angken philosophy can be integrated with the principles of Islamic law and local wisdom, and plays a significant role in maintaining harmony and balance within Lampung's traditional society. This study concludes that the integration of the Angken philosophy with Islamic law and local wisdom can serve as a model for other traditional communities in managing relationships between individuals and society. The contribution of this research is the development of a conceptual integration of the Angken philosophy with Islamic law and local wisdom, which can be a novelty in the field of Islamic law and local wisdom studies.

Keywords: Angken, Lampung Customs, Islamic Law, Local Wisdom.

 

Abstrak: Filosofi Angken merupakan bagian penting dalam masyarakat adat Lampung yang mengatur hubungan antara individu dan masyarakat. Namun, implementasi filosofi Angken dalam konteks modern seringkali menghadapi tantangan, terutama dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip hukum Islam dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis filosofi Angken pada masyarakat adat Lampung di Kotabumi dalam perspektif hukum Islam dan kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan wawancara dengan pemuka adat dan masyarakat adat Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi Angken dapat diintegrasikan dengan prinsip-prinsip hukum Islam dan kearifan lokal, dan memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan dan keseimbangan masyarakat adat Lampung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi filosofi Angken dengan hukum Islam dan kearifan lokal dapat menjadi model bagi masyarakat adat lainnya dalam mengelola hubungan antara individu dan masyarakat. Kontribusi penelitian ini adalah pengembangan konsep integrasi filosofi Angken dengan hukum Islam dan kearifan lokal, yang dapat menjadi novelty dalam bidang studi hukum Islam dan kearifan lokal.

Kata Kunci: Angken, Adat Lampung, hukum Islam, Kearifan lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

An-Na’im, A. A. (2008). Islam and the secular state: Negotiating the future of Shari’a. Harvard University Press.

Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. London: International Institute of Islamic Thought (IIIT).

Auda, J. (2017). Reclaiming the maqasid al-shariah in Islamic law: Toward a contextual approach. Herndon, VA: IIIT.

Black, D. (2020). The behavior of law. New York: Academic Press.

Ehrlich, E. (2021). Fundamental principles of the sociology of law. New Jersey: Transaction Publishers.

Eickelman, D. F. (2002). The Middle East and Central Asia: An anthropological approach. New Jersey: Prentice Hall.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. New York: Basic Books.

Grenier, L. (2020). Working with indigenous knowledge: A guide for researchers. Ottawa: International Development Research Centre (IDRC).

Hooker, M. B. (2019). Legal pluralism: An introduction to colonial and neo-colonial laws. Oxford: Clarendon Press.

Jenkins, R. (2004). Social identity. London: Routledge.

Kamali, M. H. (2005). Principles of Islamic jurisprudence. Cambridge: Islamic Texts Society.

Parsons, T. (2021). The social system. London: Routledge.

Rahman, F. (2009). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. Chicago: University of Chicago Press.

Tamanaha, B. Z. (2020). Legal pluralism explained: History, theory and applications. Oxford: Oxford University Press.

Turner, V. (2017). The ritual process: Structure and anti-structure. Chicago: Aldine Publishing.

Wibowo, A. (2020). Simbolisme budaya dalam adat Lampung. Yogyakarta: Ombak.

Zarkasi, A. (2020). Islam dan budaya Lampung. Yogyakarta: Idea Press.

Ali, M. (2011). Muslim diversity: Islam and local tradition in Java and Sulawesi. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies.

Anggraeni, D. (2023). Islamic law and customary law in contemporary legal pluralism in Indonesia: Tension and constraints. Ahkam.

Angelia, A. (2023). Kontrak sosial sebagai instrumen untuk mencapai ketertiban umum dalam masyarakat anarkis. Mimbar Hukum, 35(2).

Insan Nur, dkk. (2024). Islamic law and local wisdom: Exploring legal scientific potential in integrating local cultural values.Kanun: Jurnal Ilmu Hukum. https://doi.org/10.24815/kanun.v00i0.00000

Irawan, W. (2019). Sistem kekerabatan masyarakat Lampung. Edukasi Lingua Sastra.

Irianto, R., & Risma. (2011). Piil pesenggiri: Modal budaya dan strategi identitas Ulun Lampung. Makara Sosial Humaniora, 15(2).

Pardhani. (2021). Pendekatan pluralisme hukum dalam studi hukum adat: Interaksi hukum adat dengan hukum nasional dan internasional. Undang: Jurnal Hukum, 4(1), 81–124. https://doi.org/10.22437/ujh.4.1.81-124

Rikardus Nasa, & Gisela Nuwa. (2022). Resolusi konflik berbasis kearifan lokal dalam kehidupan etnis Sikka Krowe. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1).

Ruslan, I. (2018). Dimensi kearifan lokal masyarakat Lampung sebagai media resolusi konflik. Kalam. https://doi.org/10.24042/klm.v12i1.2347

Salim, A. (2020). Muslim legal pluralism and the state law: Negotiating authority in contemporary Indonesia. Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 50(3), 326–344.

Salim, A. (2021). Dynamic legal pluralism in Indonesia: The interplay of Islam, adat, and state law. Journal of Legal Pluralism, 47(2), 185–202.

Salim, L. (2023). Kearifan lokal sebagai modal sosial Ulun Lampung. Resiprokal, 5(1).

Sibarani, R. (2021). Kearifan lokal sebagai basis pembangunan berkelanjutan. Jurnal Antropologi Indonesia, 42(1), 65–79.

Syarif, A. (2018). Filosofi Angken dalam masyarakat adat Lampung. Jurnal Filsafat Indonesia, 1(1), 34–45.

Pratama, S. (2020). Makna simbolik dalam proses pemberian gelar adat Lampung Pepadun (Skripsi). UIN Raden Fattah Palembang.

Yolanda, N. E. (2023). Tradisi angkon anak pada pernikahan masyarakat suku Ulun Lampung (Skripsi). UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Fasha, S. R., & Fitriani. (n.d.). Angkon muakhi: Tradisi pertalian keluarga melalui pernikahan adat Lampung. I-

Win Library.

Abu Dawud. (t.t.). Sunan Abi Dawud, Hadis No. 3594.

Al-Qarafi. (2001). Al-Furuq (Vol. 1). Beirut: ‘Alam al-Kutub.

Al-Sya‘rawi, M. M. (t.t.). Tafsir al-Sya‘rawi.

Al-Suyuthi. (2003). Al-Asybah wa al-Nazhair. Beirut: Dar al-Fikr.

Ibn Kathir. (t.t.). Tafsir al-Qur'an al-'Azim.

Al-Zuhayli, W. (2005). Al-fiqh al-Islami wa adillatuh (Vol. 4). Damaskus: Dar al-Fikr.

Downloads

Published

2026-06-19

Issue

Section

Artikel