FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI PASIEN TERHADAP WAKTU TANGGAP DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM AULIA TAHUN 2020

Authors

  • dr. Muhamad Aviansyah, MARS Universitas Bhakti Pertiwi Indonesia, Indonesia Author
  • dr. Bachtiar Fanani, MARS Universitas Bhakti Pertiwi Indonesia, Indonesia Author
  • dr. Irvan Arifianto, M. Ked(OG), MARS Universitas Bhakti Pertiwi Indonesia, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.54314/jssr.v9i4.6965

Keywords:

waktu tanggap, persepsi pasien, tingkat kegawatan, pengetahuan, pengalaman, instalasi gawat darurat

Abstract

Latar Belakang: Response time atau waktu tanggap merupakan salah satu indikator mutu pelayanan yang menentukan kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dengan standar nasional ≤ 5 menit. Studi pendahuluan di IGD Rumah Sakit Umum Aulia menemukan bahwa dari 15 pasien yang diamati, 5 pasien (30%) memiliki waktu tanggap lebih dari 5 menit, kondisi ini diperkuat oleh keterangan Kepala IGD bahwa keterlambatan sering terjadi saat penanganan pasien bersamaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran dan pengaruh karakteristik (jenis kelamin, usia, pendidikan, status pembayaran, tingkat kegawatan), pengetahuan, dan pengalaman pasien terhadap persepsi waktu tanggap di IGD RSU Aulia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 96 pasien yang dihitung dengan rumus Lemeshow, dipilih secara simple random sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil Penelitian: Sebanyak 75 pasien (78,1%) mempersepsikan waktu tanggap cepat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tingkat kegawatan (p = 0,029), pengetahuan (p = 0,03), dan pengalaman (p = 0,01) berhubungan signifikan dengan persepsi waktu tanggap, sedangkan jenis kelamin (p = 0,295), usia (p = 0,740), pendidikan (p = 0,723), dan status pembayaran (p = 0,472) tidak berhubungan signifikan. Analisis multivariat menunjukkan pengalaman sebagai faktor paling dominan (p = 0,010). Kesimpulan: Tingkat kegawatan, pengetahuan, dan terutama pengalaman pasien berpengaruh signifikan terhadap persepsi waktu tanggap di IGD RSU Aulia. Rumah sakit disarankan memonitor dan mengevaluasi waktu tanggap secara berkala serta meningkatkan edukasi pasien mengenai alur pelayanan IGD guna mempertahankan dan meningkatkan persepsi waktu tanggap yang sesuai standar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akhirul, T., & Fitriana, N. F. (2019).

Hubungan Response Time Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan Tingkat Kepuasan Pasien. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah.

Andila, W. S., dkk. (2018). Hubungan Response Time dengan Kepuasan Keluarga pada Pasien Prioritas II Nontrauma di IGD RSUD Bangil Pasuruan. Nursing News, 3(3).

Apriani, S. F. (2017). Hubungan Kegawatdaruratan dengan Waktu Tanggap pada Pasien Jantung Koroner. Jurnal Kesehatan Husada Mahakam, 8(3), 471-477.

Fadhilah, N., Harahap, W. A., & Lestari, Y. (2015). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Waktu Tanggap pada Pelayanan Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di Instalasi Gawat Darurat RSUP Dr. M. Djamil. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(1), 195

Kementerian Kesehatan RI. (2012). Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit Ruang Gawat Darurat. Jakarta: Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 856/Menkes/SK/IX/2009 tentang Standar Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit.

Lemeshow, S., Hosmer, D. W., Klar, J., & Lwanga, S. K. (1990). Adequacy of Sample Size in Health Studies. USA: WHO.

Mahyawati, W. (2015). Hubungan Kegawatdaruratan Pasien dengan Waktu Tanggap Perawat di IGD RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. E-Jurnal Keperawatan (e-Kp).

Mayasari, F. (2015). Analisis Hubungan Waktu Pelayanan dan Faktor Total Quality Service terhadap Kepuasan Pasien di Poliklinik Kebidanan dan Kandungan RSIA Anugerah Medical Centre Kota Metro.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi

Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit.

Rembet, M. A., Mulyadi, N., & Malara, R. (2015). Hubungan Response Time Perawat dengan Tingkat Kepercayaan Keluarga Pasien pada Triase Kuning (Urgent) di Instalasi Gawat Darurat RSU GMIM Kalooran Amurang. Jurnal Keperawatan.

Santoso, K. B. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tanggap Pasien di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit X. Jurnal Kesehatan, 2(8), 467-472.

Silfa, A. B., dkk. (2016). Analisis Hubungan Pengetahuan dan Persepsi Pasien dengan Partisipasi Pasien di Instalasi Paviliun Ambun Pagi RSUP Dr. M. Djamil Padang Ditinjau dari Aspek Hukum Keselamatan Pasien.

Sinurat, S., Perangin-angin, I. H., & Lombu, J. C. (2018). Hubungan Response Time Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien BPJS di Instalasi Gawat Darurat. Jurnal Penelitian Keperawatan, 5, 1-9.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Wiyadi, G. R. (2020). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Waktu Tanggap pada Pasien Gawat Darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda. Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan.

Yoon, P., Steiner, I., & Reinhardt, G. (2003). Analysis of Factors Influencing Length of Stay in the Emergency Departments.

Downloads

Published

2026-08-12

How to Cite

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI PASIEN TERHADAP WAKTU TANGGAP DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM AULIA TAHUN 2020. (2026). JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 9(4). https://doi.org/10.54314/jssr.v9i4.6965