EVALUASI MULTIDIMENSI KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN BENIH BENING LOBSTER (PUERULUS) DI PERAIRAN KABUPATEN TULUNGAGUNG BERBASIS RAPID APPRAISAL FOR FISHERIES (RAPFISH)

Authors

  • Susadiana Universitas Terbuka
  • Lis M Yapanto Universitas Terbuka
  • Hatim Albasri Pusat Penelitian Perikanan, NRIA/BRIN

DOI:

https://doi.org/10.54314/jssr.v9i3.6586

Keywords:

Sustainability, lobster spawning season, MDS RAPFISH, AHP

Abstract

Abstract: The waters of Tulungagung Regency possess potential for clear lobster seed (BBL), driving high levels of fishing activity for this commodity. BBL management—including harvesting activities—is governed by government regulations that underwent frequent changes between 2021 and 2024. This study aimed to examine BBL management issues in Tulungagung by characterizing BBL utilization, assessing the sustainability status of BBL management, and formulating management strategies. Data were collected through interviews, observation, and documentation. Analysis employed MDS RAPFISH to determine sustainability status and AHP to formulate priority management strategies. The results indicate that BBL fishing activities in Tulungagung are environmentally friendly, utilizing *pocong* nets that comply with the standards set in the Regulation of the Minister of Marine Affairs and Fisheries Number 7 of 2024. RAPFISH analysis classified the sustainability status as "sustainable," reflecting controlled utilization levels alongside relatively stable fishing volumes and activity among local fishers. Meanwhile, AHP analysis identified the implementation of a closed season—based on peak lobster spawning periods—as the primary management strategy for BBL in Tulungagung Regency. This study recommends this priority strategy as the key measure to improve and maintain the sustainability of BBL management in the region.

Keywords: Sustainability, lobster spawning season, MDS RAPFISH, AHP

 

Abstrak: Perairan Kabupaten Tulungagung memiliki potensi benih bening lobster (BBL) yang mendorong tingginya aktivitas penangkapan komoditas tersebut. Pengelolaan BBL termasuk di dalamnya aktivitas penangkapan telah diatur dalam peraturan pemerintah yang sering mengalami perubahan pada kurun waktu 2021 hingga 2024. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tujuan guna mendalami persoalan pengelolaan BBL khususnya di Tulungagung diantaranya menentukan keragaan karakteristik pemanfaatan BBL, menetapkan status keberlanjutan pengelolaan BBL, serta menentukan strategi pengelolaan BBL. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan MDS RAPFISH untuk penetapan status keberlanjutan dan AHP perumusan strategi prioritas pengelolaan BBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penangkapan BBL yang di Tulungagung tergolong ramah lingkungan menggunakan alat berupa jaring pocong yang masih sesuai dengan kaidah yang ditetapkan dalam Permen KP Nomor 7 Tahun 2024. Hasil analisis RAPFISH menunjukkan status keberlanjutan pada kategori berkelanjutan yang menunjukkan tingkat pemanfaatan yang masih terkontrol dengan relatif stabilnya jumlah dan aktivitas penangkapan oleh nelayan setempat. Sedangkan pada hasil analisis prioritas rekomendasi kebijakan (AHP) diperoleh strategi penerapan musim tertutup berdasarkan puncak pemijahan lobster sebagai pilihan strategi pengelolaan BBL paling utama di Kabupaten Tulungagung. Studi ini merekomendasikan strategi prioritas tersebut sebagai upaya utama untuk memperbaiki dan mempertahankan status keberlanjutan pengelolaan BBL di Tulungagung.

Kata kunci: Keberlanjutan, BBL, MDS RAPFISH, AHP

Downloads

Download data is not yet available.

References

Djayanti, D. D., Noor, T. I., dan Tridakusumah, A. C. 2021. Analisis Keberlanjutan Pengelolaan Beni Bening Lobster (Puerulu) Di Kecamatan Cideun Kabupaten Cianjur. Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada. Vol. 23 (2): 79-87.

Erlania, E., Radiarta, I. N., & Haryadi, J. (2016). Status pengelolaan sumberdaya benih lobster untuk mendukung perikanan budi daya: Studi kasus perairan Pulau Lombok. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 8(2), 85–96. http://dx.doi. org/10.15578/jkpi.8.2.2016.85-96

Jones, C. M., Le Anh, T., & Priyambodo,

B. (2019). Lobster aquaculture development in Vietnam and Indonesia. Dalam: Radhakrishnan E., Phillips B., Achamveetil G. (eds). Lobsters: Biology, Fisheries and Aquaculture, 541–570. Springer.

KKP [Kementerian Kelautan dan Perikanan]. 2022. Pendederan Lobster (Panulirus spp.). Lampung : Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung.

Nawangsari, H., dan Ismaili, A.F. 2022. Analisis Keberlanjutan Trans Jogja Melalui Metode Multidimensional Scaling (MDS) RAPFISH. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota. Vol. 18 (3): 222 – 234

Nurdin, H.S., Susanto, A., dan Danisworo, E. 2023. Komposisi dan Produktivitas Hasil Tangkapan Benih Lobster (Panulirus spp) Menggunakan Jaring “Pocong” Di Perairan Binuangeun. Vol.8 (2) : 77-86.

Priambodo, B., Jones, C. M., & Sammut, J. 2020. Assessment of the lobster puerulus (Panulirus homarus and Panulirus ornatus, Decapoda: Palinuridae) Resource of Indonesia and its Potential for Sustainable Harvest for Aquaculture. Aquaculture, 528, 735563.

Rani, S.T., Yudha, I.G., Caesario, R., dan Mahardika, A.H. 2022. Status Keberlanjutan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Di Kabupaten Tangerang. Aquacoastmarine. Vol. 1 (1): 7-15.

Rizki, R., Simbolon, D., dan Mustaruddin. 2017. Interaksi Kebijakan Perikanan Tangkap dan Kearifan Lokal Di Perairan Utara Aceh. Albacore. Volume 1 (3): 257

Wijopriono, Wiadnyana, N.N., Dharmadi, dan Suman, A. 2019. Implementasi Penutupan Area dan Musim Penangkapan Untuk Pengelolaan Perikanan Udang Di Laut Arafura. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia. Volume 11 (1) : 11-21.

Downloads

Published

2026-06-23

Issue

Section

Artikel

How to Cite

EVALUASI MULTIDIMENSI KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN BENIH BENING LOBSTER (PUERULUS) DI PERAIRAN KABUPATEN TULUNGAGUNG BERBASIS RAPID APPRAISAL FOR FISHERIES (RAPFISH). (2026). JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 9(3), 4133-4141. https://doi.org/10.54314/jssr.v9i3.6586