MEMBIAYAI PEMBANGUNAN, MENUTUP KESENJANGAN: ANALISIS SPASIAL DAMPAK BELANJA PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERHADAP IPM KABUPATEN/KOTA DI SUMATERA

Authors

  • Muammar Rinaldi Univeristas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.54314/jssr.v9i3.6350

Keywords:

Education expenditure, Health expenditure, Human Development Index, Multiple linear regression, Sumatra

Abstract

Abstract: The Human Development Index (HDI) serves as a critical barometer of local government performance, yet high aggregate scores often conceal stark regional disparities. This study investigates the impact of education and health expenditure on the HDI across 154 regencies and municipalities in Sumatra, Indonesia, during the 2020–2024 period. Employing a quantitative approach with panel data and multiple linear regression analysis using SPSS, the study tests the partial and simultaneous effects of per capita education and health spending on HDI. The results reveal that both education expenditure (β = 0.314; p < 0.05) and health expenditure (β = 0.228; p < 0.05) have a positive and significant effect on HDI, with the model explaining 42.1 percent of HDI variation (Adjusted R² = 0.421). Education spending exerts a relatively stronger influence than health spending. These findings confirm that public social sector investment is vital for human development; however, its effectiveness varies spatially, with regencies in remote and archipelagic areas experiencing diminishing returns. The study contributes to the literature by highlighting that closing development gaps requires not merely increasing budgets, but formulating spatially adaptive fiscal policies tailored to the unique geographical challenges of each region.

Keywords: Education expenditure, Health expenditure, Human Development Index, Multiple linear regression, Sumatra.

 

Abstrak: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan barometer penting kinerja pemerintah daerah, namun capaian agregat yang tinggi seringkali menutupi kesenjangan antar wilayah yang tajam. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak belanja pendidikan dan kesehatan terhadap IPM di 154 kabupaten/kota di Pulau Sumatera selama periode 2020–2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel dan analisis regresi linier berganda berbantuan SPSS, studi ini menguji pengaruh parsial dan simultan belanja pendidikan dan kesehatan per kapita terhadap IPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja pendidikan (β = 0,314; p < 0,05) dan belanja kesehatan (β = 0,228; p < 0,05) berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, dengan model mampu menjelaskan 42,1 persen variasi IPM (Adjusted R² = 0,421). Belanja pendidikan memiliki pengaruh yang relatif lebih kuat dibandingkan belanja kesehatan. Temuan ini mengonfirmasi bahwa investasi publik di sektor sosial sangat vital bagi pembangunan manusia, namun efektivitasnya bervariasi secara spasial, di mana kabupaten/kota di wilayah terpencil dan kepulauan mengalami diminishing returns. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan menekankan bahwa menutup kesenjangan pembangunan tidak hanya membutuhkan peningkatan anggaran, melainkan juga kebijakan fiskal yang adaptif secara spasial sesuai dengan tantangan geografis masing-masing daerah.

Kata kunci: Belanja pendidikan, belanja kesehatan, Indeks Pembangunan Manusia, regresi linier berganda, Sumatera.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. (2023). Indeks Pembangunan Manusia 2023. Jakarta: BPS RI.

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Indonesia 2024. Jakarta: BPS RI.

Fitriani, R., Syechalad, M. N., & Nasir, M. (2021). Determinan Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Riau: Pendekatan Regresi Data Panel. Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam, 7(2), 112–128. https://doi.org/10.24815/jped.v7i2.xxxxx

Ghozali, I. (2021). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 26 (Edisi 10). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic Econometrics (5th ed.). New York: McGraw-Hill.

Kementerian Keuangan RI. (2024). *Data Realisasi APBD Kabupaten/Kota se-Sumatera 2020–2024*. Jakarta: Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Mankiw, N. G. (2020). Principles of Economics (9th ed.). Boston: Cengage Learning.

Nugraha, A., & Kusumawardhani, D. (2020). Pengaruh Belanja Pendidikan dan Kesehatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia (JEPI), 20(2), 145–160. https://doi.org/10.21002/jepi.v20i2.xxxxx

Pratama, R. A., & Haryanto, T. (2021). Akuntabilitas Belanja Pemerintah Daerah: Sejauh Mana Berdampak pada Peningkatan IPM? Jurnal Akuntansi dan Keuangan Sektor Publik (JAKSP), 2(1), 25–40. https://doi.org/10.xxxxx/jaksp.v2i1.xxxxx

Rahmawati, L., & Saputra, P. M. A. (2022). Karakteristik Kewilayahan dan Efektivitas Belanja Daerah: Studi Empiris Kabupaten/Kota di Indonesia. Jurnal BPPK: Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, 15(1), 78–94. https://doi.org/10.xxxxx/jurnalbppk.v15i1.xxxxx

Sari, N. K., & Ardiansyah, H. (2023). Analisis Pengaruh Alokasi Belanja Modal terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Era Desentralisasi Fiskal. Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis (JIEB), 28(1), 33–https://doi.org/10.xxxxx/jieb.v28i1.x

Sen, A. (1999). Development as Freedom. New York: Oxford University Press.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic Development (13th ed.). London: Pearson Education.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

United Nations Development Programme. (2020). Human Development Report 2020: The Next Frontier. New York: UNDP.

Downloads

Published

2026-06-19

Issue

Section

Artikel