PERLINDUNGAN HUKUM UNTUK PENYEWA ATAS ADANYA PERJANJIAN SEWA MENYEWA DENGAN PERKARA FORCE MAJEURE

Authors

  • Rini T Simangunsong Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli
  • Dina M Situmeang Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli
  • Nasib Simbolon Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli
  • Selpi M Nababan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli
  • Essah Silitonga Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli

DOI:

https://doi.org/10.54314/jssr.v9i3.6629

Keywords:

Force Majeure, Lease Agreement, Legal Protection, Tenant, Civil Law

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the legal provisions governing force majeure in lease agreements and legal protection for tenants and lessors. The research uses a normative-empirical legal method with literature studies and legal analysis. The results show that force majeure is regulated in Articles 1244 and 1245 of the Indonesian Civil Code and specifically related to leases in Article 1553. Force majeure may release parties from liability for damages when obligations cannot be fulfilled due to unforeseeable events beyond their control. Legal protection is provided through the principles of contractual balance, good faith, and risk allocation.

Keywords: Force Majeure; Lease Agreement; Legal Protection; Tenant; Civil Law.

 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis ketentuan hukum mengenai force majeure dalam perjanjian sewa menyewa serta perlindungan hukum bagi penyewa dan pihak yang menyewakan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif-empiris dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa force majeure diatur dalam Pasal 1244 dan 1245 KUHPerdata serta secara khusus berkaitan dengan sewa menyewa dalam Pasal 1553 KUHPerdata. Keadaan force majeure dapat membebaskan para pihak dari kewajiban ganti rugi apabila ketidakmampuan memenuhi prestasi terjadi karena peristiwa di luar kendali para pihak. Perlindungan hukum diberikan melalui asas itikad baik, keseimbangan hak dan kewajiban, serta pengaturan risiko dalam perjanjian.

Kata kunci: Force Majeure; Sewa Menyewa; Perlindungan Hukum; Penyewa; Hukum Perdata.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adolf, H. (2006). Dasar-Dasar Hukum Kontrak Internasional. Bandung: Refika Aditama.

Kirtan, T. (2023). Analisis Yuridis Pencantuman Klausul Force Majeure dalam Perjanjian Sewa Menyewa dan Pengelolaan Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun untuk Meneguhkan Kepastian Hukum (Studi Penelitian di Kota Batam). UNES Law Review, 6(1), 3539–3548.

Mertokusumo, S. (1991). Mengenal Hukum. Yogyakarta: Liberty.

Patrik, P. (1988). Hukum Perdata II: Perikatan yang Lahir dari Perjanjian dan Undang-Undang. Semarang: Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

Prodjodikoro, W. (1995). Hukum Perdata Tentang Persetujuan-Persetujuan Tertentu. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Rasuh, D. J. (2016). Kajian Hukum Keadaan Memaksa (Force Majeure) Menurut Pasal 1244 dan Pasal 1245 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Lex Privatum, 4(2), 56–63.

Salim HS. (2006). Hukum Kontrak: Teori dan Teknik Penyusunan Kontrak. Jakarta: Sinar Grafika.

Salim HS. (2014). Pengantar Hukum Perdata Tertulis (BW). Jakarta: Sinar Grafika.

Sirait, M. D., dkk. (2020). Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Sewa-Menyewa Rumah Kantor. Jurnal Analogi Hukum, 2(2), 223–228.

Subekti. (2005). Hukum Perjanjian. Jakarta: Intermasa.

Widjaya, R. (2003). Merancang Suatu Kontrak: Contract Drafting Teori dan Praktik. Jakarta: Kesaint Blanc.

Downloads

Published

2026-06-26

Issue

Section

Artikel