Pembuatan Animasi 2D Edukasi Bullying: Social Anxiety Disorder Menggunakan Teknik Motion Comic
DOI:
https://doi.org/10.54314/jssr.v9i4.6976Keywords:
animasi, motion comic, bullying, social anxiety disorder, SADAbstract
Berdasarkan data hasil Asesmen Nasional tahun 2021 menunjukan bahwa 24,4% peserta didik berpotensi mengalami insiden perundungan di satuan Pendidikan. Dampak perundungan atau bullying dapat menyebabkan kesakitan fisik, psikologis, malu, trauma, merasa sendiri, serta menderita ketakutan sosial. Social Anxiety Disorder (SAD) adalah salah satu bentuk gangguan kecemasan berupa ketakutan berlebihan dalam menerima kritik dari orang lain yang mengarahkan individu tersebut menghindari interaksi dengan sekelompok orang. Besarnya dampak bullying mendorong perlu adanya media informasi untuk mengedukasi Masyarakat untuk menekan perilaku bullying yang berdampak SAD. Media animasi dirasa tepat dan efektif sebagai media untuk menyampaikan informasi edukasi tentang SAD kepada Masyarakat. Animasi memiliki potensi besar sebagai alat untuk mendukung pendidikan masyarakat. Teknik Motion Comic digunakan dalam pembuatan film animasi 2D ini karena memberikan ruang lebih bagi imajinasi pembaca dengan memasukkan unsur gerakan dalam bentuk video, sehingga menjadikannya lebih interaktif dan menarik. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini Adalah metode pra produksi, produksi, dan pasca produksi.
Downloads
References
Kemendikbud. “Stop Perundungan atau Bullying”. Internet: https://ditpsd.kemdikbud.go.id/artikel/detail/stop-perundungan-atau-bullying, Aug, 02, 2022 [Jan. 07, 2024]
Supriyatno, Heli T., Aris M.S., Diah A.S., Sumarsono, Ginanjar B., Erika W., Retno W., Anggin N.R., Rahmi U.A., “STOP Perundungan/Bullying Yuk!”, Jakarta: Direktorat Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021, pp 13
M. Kusumadewi and N.K.P. Ariani, “PREVALENS SOCIAL ANXIETY DISORDER PADA REMAJA DI SMA NEGERI 4 DENPASAR”, Jurnal Harian Regional, Vol. 8 No. 4, 4 April 2019
A. Kurnianto, “Tinjauan Singkat Perkembangan Animasi Indonesia Dalam Konteks animasi Dunia,” Humaniora, Vol. 6, No. 2, p. 240, 2015.
A. A. Suwasono, “Pengantar Animasi 2D Metode Dasar Perancangan Animasi Tradisional”, Yogyakarta: Badan Penerbit ISI Yogyakarta, 2016
Selvia, J. Prestiliano and T.A.S. Prasida, “PERANCANGAN MOTION COMIC SEBAGAI MEDIA EDUKASI TENTANG KEPEDULIAN TERHADAP GANGGUAN KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA”, Intuisi: Jurnal Psikologi Ilmiah, Vol. 12, No. 1, pp 48-65, 2020.
S. L. Saputro, J. Samodra, and A. Sutrisno, “After you: Edukasi Tentang Philophobia Bagi Remaja Melalui Film Animasi 2D”, JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, Vol. 2, No. 4, pp. 447–468, 2022.
H. Kurniawan and N. N. Haniva, “Pembuatan Animasi 2D ‘Ngreksa Budaya’ Menggunakan Teknik Frame By Frame Dan Motion Graphic”, RESPATI Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi, Vol. 17, No. 3, pp. 13-21, 2022.
F. F. Alfatra, M. Suminto, and P. P. Purwacandra, “Penciptaan film Animasi ‘CHASE!’ Dengan Teknik ‘Digital drawing’”, Journal of Animation and Games Studies, Vol. 5, No. 1, pp. 33–56, 2019.
H. D. Edyati and N. Ramadhani, “Perancangan Animasi 2D ‘Pangeran Lembu peteng’ Dengan Teknik Manual Drawing,” Jurnal Sains dan Seni ITS, vol. 9, no. 2, 202
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yehuda Nissi Wattimurry, Moch Farid Fauzi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









