PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP DEBITUR AKIBAT KESETARAAN SEMU DALAM PERJANJIAN BAKU

Authors

  • Muhammad Razif Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.54314/jssr.v9i4.7080

Keywords:

Standard Contract, Illusory Equality, Legal Protection

Abstract

The principle of freedom of contract under Article 1338 of the Indonesian Civil Code presumes that contracting parties hold an equal bargaining position. This premise collapses in the context of standard contracts, where business actors unilaterally draft every clause and present it to debtors on a take-it-or-leave-it basis, producing a merely illusory form of equality. This study examines the legal certainty of standard contracts from the perspective of freedom of contract, the positional relation between debtors and creditors, and the appropriate legal protection for debtors. A normative method is applied through philosophy approaches, supported by document study of primary and secondary legal materials, analyzed qualitatively. The findings show that formal legal certainty under Articles 1320 and 1338 of the Civil Code, despite limitations imposed by the Consumer Protection Law and Financial Services Authority Regulation No. 22 of 2023, has not dismantled the exploitative structure concealed behind the doctrine of market efficiency. The debtor-creditor relation is shown to be structurally asymmetrical and sustained through a hegemony of consciousness that normalizes inequality. Adequate legal protection requires a paradigm shift from formal certainty toward substantive justice, with John Rawls's principles of justice serving as the primary guide for drafting and testing standard clauses.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achmad Nabiel Aulia Putra. (2025). The concept of creativity within Friedrich Nietzsche's Übermensch. Al-Falasifah: Journal of Islamic Studies, 1(2).

Adhitya Sandy Wicaksono. (2022). Perbandingan kontrak sosial John Locke dan Thomas Hobbes. 'Adalah, 6(2).

Alamudi, I. A. (2022). Bertanya tentang hukum sebagai produk politik dalam perspektif politik hukum nasional. Palangka, 2(2).

Alfensius Alwino. (2025). Pembacaan kritis Michael Sandel terhadap teori keadilan John Rawls. Melintas.

Arianto, Y. F. (2025). Konsep keadilan restoratif dalam perspektif teori keadilan John Rawls. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains dan Sosial Humaniora, 3(1).

Bahri, F. N. (2026). Analisis perspektif Eclipse of Reason Max Horkheimer terhadap fenomena echo chamber. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 4(1).

Bahram Houchmandzadeh. (2018). Rawls's original position is not sufficient to specify the rules of cooperations.

Bonnarty Steven Silalahi. (2023). Perspektif keadilan menurut Aristoteles dan implikasinya dalam etika bisnis. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(4).

Christi Pangalila. (2015). Kajian hukum terhadap sanksi dan larangan klausula baku menurut UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Lex Privatum, 8(3).

Daniil I. Kokin. (2019). Jonathan Floyd (2019). What's the point of political philosophy? Changing Societies & Personalities, 3(4).

Darmini Roza. (2021). Teori positivisme Hans Kelsen mempengaruhi perkembangan hukum di Indonesia. Lex Jurnalica, 18(1).

Depi Novianti. (2023). Konsep hukuman menurut John Austin. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains dan Sosial Humanioral, 1(1).

Dhira Utari Umar. (2020). Penerapan asas konsensualisme dalam perjanjian jual beli menurut perspektif hukum perdata. Lex Privatum, 8(1).

Endah Siswati. (2017). Anatomi teori hegemoni Antonio Gramsci. Jurnal Translitera, 5.

Erwinsyahbana, T. (2023). Metode penelitian hukum dalam pembuatan

karya ilmiah. UMSU Press.

Fajar Nur Bahri. (2026). Analisis perspektif Eclipse of Reason Max Horkheimer terhadap fenomena echo chamber. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 4(1).

Fery Irianto Setyo Wibowo. (2023). Pandangan Islam tentang perubahan dan kontribusinya terhadap konseptualisasi pendidikan Islam. Setyaki Jurnal Studi Keagamaan Islam, 1(1).

Floyd, J. (2023). Filsafat politik: Apa dan bagaimana. Gramedia Pustaka Utama.

Futri Wisma Hayati. (2020). Perlindungan hukum terhadap konsumen pada situs belanja online Shopee ditinjau dari perundang-undangan. Zaaken Journal of Civil and Business Law, 1(1).

Ghea Kiranti M. Shalihah. (n.d.). Tinjauan terhadap peranan asas hukum perjanjian dalam mewujudkan hakekat perjanjian. Lex Privatum, 10(2).

Hafizh Idri Purbajati. (2024). Pemikiran eksistensialisme Jean-Paul Sartre dalam perspektif kehidupan masyarakat kontemporer. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(11).

Hidayatullah, A. R. (2020). Nietzsche: Kehendak untuk berkuasa. Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat, 2(1).

I Kadek Bayu Parwatha. (2026). Akibat hukum pencantuman klausula eksonerasi yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam perjanjian bisnis. Jurnal Analogi Hukum, 8(1).

Ikhwan. (2025). Class consciousness: Discussing Georg Lukács theory of reification. Jurnal Adabiya, 27(1).

Indonesia. (2023). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.

Jonathan Floyd. (2023). Filsafat politik: Apa dan bagaimana. Gramedia Pustaka Utama.

Jufianty Trisna Putri. (2026).

Ketimpangan di balik lembar kontrak: Analisis sosio-legal perjanjian finance di Indonesia. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1).

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek).

M. Roesli. (2019). Kedudukan perjanjian baku dalam kaitannya dengan asas kebebasan berkontrak. DIH: Jurnal Ilmu Hukum, 15(1).

Maandagleana Nathaya E. (2025). Konsep hukum alam dalam pemikiran Stoa: Menelusuri pengaruh pemikiran Stoa pada perkembangan konsep hak asasi manusia. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains dan Sosial Humaniora, 3(1).

Moch Abdu Sony Ihsanotaki. (2025). Übermensch dan kritik Nietzsche terhadap hukum moral tradisional. Praxis: Jurnal Filsafat Terapan, 2(1).

Muhammad Ersa Syauqy. (2024). Tindakan komunikatif Jurgen Habermas dan implikasinya terhadap podcast di Indonesia. Kjourdia: Kediri Journal of Journalism and Digital Media, 2(1).

Ni Komang Diana Putri Yasua. (2025). Tinjauan yuridis perjanjian baku dalam perjanjian kredit bank: Perspektif UU Perlindungan Konsumen dan Peraturan OJK. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(9).

Nur Inna Alfiyah. (2023). Meningkatkan kecerdasan politik pemuda Karang Taruna Karya Bajuaju di Desa Banuaju Barat Kecamatan Batang-Batang. Jurnal Abhakte, 1(1).

Otoritas Jasa Keuangan. (2014). Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13/SEOJK.07/2014 tentang Perjanjian Baku.

Pangalila, C. (2015). Kajian hukum terhadap sanksi dan larangan klausula baku menurut UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Lex Privatum, 8(3).

Putri Yasmin Br Gultom. (2025). Kesalahan berpikir (Logical fallacies). Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1).

Rahmat Noholo. (2023). Kedudukan klausula baku dalam perjanjian berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Jurnal Ilmu Hukum The Juris, 7(2).

Rizky Al Ikhsan. (2025). Hegemoni hukum Islam dalam legislasi KUHP: Analisis Gramscian atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Journal of Islamic Law and Jurisprudence, 1(1).

Romario Saisab. (2021). Kajian hukum penerapan asas kebebasan berkontrak dalam perjanjian baku. Lex Privatum, 9(6).

Saleh, M. (2025). Relevansi aliran positivisme hukum dalam sistem hukum Indonesia. Journal of Innovative and Creativity, 5(3).

Samuel Frans Boris Situmorang. (2023). Teori utilitarianisme dan keadilan. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(2).

Situmorang, S. F. B. (2023). Teori utilitarianisme dan keadilan. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(2).

Slamet, S. R. (2022). Ajaran penyalahgunaan keadaan (misbruik van omstandigheden) dalam hukum perjanjian di Indonesia. Lex Jurnalica, 19(2).

Sudira, I. W. (2024). Analisis relevansi teori Richard Posner dalam pengembangan hukum ekonomi di Indonesia: Studi kasus pada kontrak bisnis di sektor keuangan. Kertha Widya Jurnal Hukum, 12(1).

Syauqy, M. E. (2024). Tindakan komunikatif Jurgen Habermas dan implikasinya terhadap podcast di Indonesia. Kjourdia: Kediri Journal of Journalism and Digital Media, 2(1).

Tanjaya, W. (2025). Tinjauan hukum tentang penerapan asas pacta sunt servanda dalam hukum bisnis terhadap penyelesaian kasus wanprestasi. UNES Journal of Swara Justisia, 9(2).

Timothy Hinton. (n.d.). Introduction: The original position and the original position—An overview. Cambridge University Press.

Trinas Dewi Hariyana. (2020). Pengaturan ritel di Indonesia ditinjau dari perspektif economic analysis of law. UNISKA Law Review, 1(2).

Umar, D. U. (2020). Penerapan asas konsensualisme dalam perjanjian jual beli menurut perspektif hukum perdata. Lex Privatum, 8(1).

Utari Umar, D. (2020). Penerapan asas konsensualisme dalam perjanjian jual beli menurut perspektif hukum perdata. Lex Privatum, 8(1).

Vivilia Agnata Mudi. (2025). Relevansi asas kebebasan berkontrak dalam konteks ekonomi digital. Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora, 2(6).

Wibowo, F. I. S. (2023). Pandangan Islam tentang perubahan dan kontribusinya terhadap konseptualisasi pendidikan Islam. Setyaki Jurnal Studi Keagamaan Islam, 1(1).

Wicaksono, A. S. (2022). Perbandingan kontrak sosial John Locke dan Thomas Hobbes. 'Adalah, 6(2).

Wiguna, R. W. (2023). Pemikiran filsafat Nietzsche dan sosiologi Übermensch. Jurnal Zarathustra: Jurnal Sosiologi dan Filsafat, 1(1).

Yasua, N. K. D. P. (2025). Tinjauan yuridis perjanjian baku dalam perjanjian kredit bank: Perspektif UU Perlindungan Konsumen dan Peraturan OJK. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(9).

Yulius Tandyanto. (2015). Membaca "kebenaran" Nietzsche. Melintas.

Downloads

Published

2026-09-03

How to Cite

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP DEBITUR AKIBAT KESETARAAN SEMU DALAM PERJANJIAN BAKU. (2026). JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 9(4), 6410-6418. https://doi.org/10.54314/jssr.v9i4.7080