PENGARUH DOSIS BIOKATALISATOR LIMBAH KULIT PISANG KEPOK DAN BAKTERI Bacillus subtilis TERHADAP NILAI BOD DAN COD LIMBAH CAIR TAHU

Authors

  • Ahmad Irfan Ramadhan Institut Pertanian Bogor, Indonesia Author
  • Miesriany Hidiya Institut Pertanian Bogor, Indonesia Author
  • Andini Tribuana Tunggadewi Institut Pertanian Bogor, Indonesia Author
  • Emil Wahdi Institut Pertanian Bogor, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.54314/jssr.v9i4.7116

Keywords:

Biocatalyst, Kepok Banana Peel Waste, Tofu Wastewater, BOD, COD

Abstract

Abstract: Kepok banana peel is one of the organic wastes that can pollute the environment if not managed properly, yet it has the potential to be used as a raw material for biocatalysts. This study aimed to produce a biocatalyst from kepok banana peel waste and to analyze the effect of adding the biocatalyst and Bacillus subtilis bacteria in reducing the Biochemical Oxygen Demand (BOD) and Chemical Oxygen Demand (COD) of tofu wastewater. The biocatalyst was produced through 12 weeks of anaerobic fermentation using a molasses, banana peel, and water ratio of 1:3:10. Two treatments were applied, namely the addition of biocatalyst (P1) and the addition of biocatalyst and bacteria (P2), at doses of 10%, 15%, and 20% with three replications and a 48-hour contact time. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test, two-way ANOVA, and Tukey post hoc test. The results showed that the biocatalyst was not able to reduce the BOD and COD of tofu wastewater; both parameters actually increased as the dose increased. The dose factor had a significant effect on the increase in BOD and COD (Sig = 0.000), whereas the treatment factor and its interaction were not significant. Thus, the addition of the biocatalyst was not able to reduce the pollutant load and instead increased the organic load of the tofu wastewater. This finding indicates the need for biocatalyst purification prior to application in order to minimize free organic compounds, along with adjustment of dose and contact time so that the degradation process takes place optimally.

Keywords: Biocatalyst, Kepok Banana Peel Waste, Tofu Wastewater, BOD, COD

 

Abstrak: Limbah kulit pisang kepok merupakan limbah organik yang dapat mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik, namun berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku biokatalisator. Penelitian ini bertujuan membuat biokatalisator dari limbah kulit pisang kepok serta menganalisis pengaruh penambahan biokatalisator dan bakteri Bacillus subtilis dalam mereduksi kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) limbah cair tahu. Biokatalisator dibuat melalui fermentasi anaerob selama 12 minggu dengan perbandingan molase, kulit pisang kepok, dan air 1:3:10. Penelitian menggunakan dua perlakuan, yaitu penambahan biokatalisator (P1) serta penambahan biokatalisator dan bakteri (P2), dengan dosis 10%, 15%, dan 20% dan tiga kali ulangan pada waktu kontak 48 jam. Data dianalisis dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, ANOVA dua arah, dan uji lanjut Tukey. Hasil penelitian menunjukkan biokatalisator yang dihasilkan belum mampu menurunkan kadar BOD dan COD limbah cair tahu; nilai kedua parameter justru meningkat seiring bertambahnya dosis. Faktor dosis berpengaruh signifikan terhadap peningkatan nilai BOD dan COD (Sig = 0,000), sedangkan faktor perlakuan dan interaksinya tidak signifikan. Dengan demikian, penambahan biokatalisator belum mampu mereduksi kadar pencemar dan justru meningkatkan beban organik limbah cair tahu. Temuan ini mengindikasikan perlunya pemurnian biokatalisator sebelum diaplikasikan untuk meminimalkan senyawa organik bebas, disertai penyesuaian dosis dan waktu kontak agar proses degradasi berlangsung optimal.

Kata Kunci: Biokatalisator, Kulit Pisang Kepok, Limbah Cair Tahu, BOD, COD

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, A. (2021). Efektivitas pemberian eco enzyme terhadap penurunan nilai BOD dan COD di Tukad Badung. Jurnal Media Sains, 5(1), 1–5.

Andika, B., Wahyuningsih, P., & Fajri, R. (2020). Penentuan nilai BOD dan COD sebagai parameter pencemaran air dan baku mutu air limbah di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Quimica: Jurnal Kimia Sains dan Terapan, 2(1), 14–22.

Badan Standardisasi Nasional. (2021). SNI 8990:2021 Metode pengambilan contoh uji air limbah untuk pengujian fisika dan kimia. Badan Standardisasi Nasional.

Erika, E., & Gusmira, E. (2024). Analisis dampak limbah sampah rumah tangga terhadap pencemaran lingkungan hidup. Profit: Jurnal Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 3(3), 90–102.

Febrianti, M. N. S., Tivani, I., & Susiyarti, S. (2024). Pengaruh lama fermentasi bahan organik pada eco-enzyme terhadap daya hambat bakteri Staphylococcus aureus. Justek: Jurnal Sains dan Teknologi, 7(1), 92–100.

Jonathan, K. (2025). Evaluasi efektivitas efektif mikroorganisme (EM) berbasis buah-buahan dan sayur-sayuran dalam menurunkan parameter pencemar limbah cair tahu. Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 5(2), 69–83.

Husain, R., Yapanto, L. M., & Umar, Y. (2021). Effect of Leaf Extract (Jatropha curcas L.) Towards the Microbiolagic Quality of Layang Fish TPC (Decapterus sp.) At Room Temperature Storage. Turkish Journal of Computer and Mathematics Education (TURCOMAT), 72(4), 467-472.

Karimah, M., & Lusiani, C. E. (2024). Analysis of eco enzyme characteristics with variation of “tape” yeast concentrations. Distilat: Jurnal Teknologi Separasi, 10(1), 233–244.

Kumar, N., Rajshree, Y. A., Yadav, A., Malhotra, N. H., Gupta, N., & Pushp, P. (2019). Validation of eco-enzyme for improved water quality effect during large public gathering at river bank. International Journal of Human Capital in Urban Management, 4(3), 181–188.

Lamato, P. F., Riogilang, H., & Legrans, R. R. (2023). Analisis aplikasi eco-enzyme terhadap biochemical oxygen demand dan chemical oxygen demand pada limbah cair tahu di industri tahu Malalayang. Tekno, 21(85), 1035–1045.

Nanda, M. F., Maulanah, S., Hidayah, T. N., Taufiqurrahman, A. M., & Radianto, D. O. (2024). Analisis pentingnya pengelolaan limbah terhadap kehidupan sosial bermasyarakat. Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik, 2(2), 97–107.

Pambudi, Y. S., Sudaryantiningsih, C., & Geraldita, G. (2021). Analisis karakteristik air limbah industri tahu dan alternatif proses pengolahannya berdasarkan prinsip-prinsip teknologi tepat guna. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 6(8), 4180–4192.

Pinasti, A. W., Eka, Y. F., Gendis, N. S., Rizaludin, M., Karina, I. C., Ade, F. A., Azzahra, I. P., & Kurotun, N. K. (2023). Pemanfaatan limbah kulit pisang kepok dalam pembuatan produk tepung roti bergizi tinggi. Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi, 3(1), 690–698.

Putri, A., Redaputri, A. P., & Rinova, D. (2022). Pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai pupuk menuju ekonomi sirkular (UMKM olahan pisang di Indonesia). Jurnal Pengabdian UMKM, 1(2), 104–109.

Quraisy, A. (2022). Normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. J-HEST Journal of Health Education Economics Science and Technology, 3(1), 7–11.

Rahman, H., Sefaniyah, S., & Indri, A. (2018). Pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Jurnal Teknologi, 6(1), 1–10.

Ramadani, T. A., Setiawan, S. D., Astuti, U. P., & Mayangsari, N. E. (2025). Biokoagulan berbasis kulit pisang kepok untuk mereduksi TSS dan COD. Metana, 21(1), 29–38.

Rayhan, N. N., Samudra, S. R., & Sarasati, W. (2024). Analisis kadar BOD dan COD di perairan Waduk Panglima Besar Soedirman, Banjarnegara, Jawa Tengah. Maiyah, 3(2), 75–84.

Rukmini, P., & Herawati, D. A. (2023). Eco-enzyme dari fermentasi sampah organik (sampah buah dan rimpang). Jurnal Kimia dan Rekayasa, 4(1), 23–29.

Salsabila, A. Z., Agustrina, R., Arifiyanto, A., & Saputri, D. A. (2024). Uji efektivitas ekoenzim berbahan dasar limbah kulit pisang kepok Manado (Musa paradisiaca var. formatypica) muda sebagai antimikroba. Biosfer: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi, 9(1), 70–80.

Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional. (2024). Data timbulan sampah Kota Bogor. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. https://sipsn.menlhk.go.id

Somba, A. S., Kreckhoff, R. L., Kusen, D. J., Manoppo, H., Tumbol, R. A., & Losung, F. (2023). Uji fitokimia dan aktivitas antimikroba ekstrak kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) terhadap bakteri Aeromonas hydrophila. E-Journal Budidaya Perairan, 11(1), 1–9.

Tamyiz, M. (2015). Perbandingan rasio BOD/COD pada area tambak di hulu dan hilir terhadap biodegradabilitas bahan organik. Journal of Research and Technology, 1(1), 9–15.

Widyastuti, S., Sutrisno, J., Wiyarno, Y., Gunawan, W., & Nurhayati, I. (2023). Eco enzim untuk pengolahan air limbah tahu. Waktu: Jurnal Teknik UNIPA, 21(2), 51–59.

Yuniar, V., Noor, R., Khai, R. M., & Abdi, C. (2024). Perencanaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) industri tahu di Kelurahan Loktabat Utara, Kalimantan Selatan. Jernih: Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa, 7(2), 13.

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

PENGARUH DOSIS BIOKATALISATOR LIMBAH KULIT PISANG KEPOK DAN BAKTERI Bacillus subtilis TERHADAP NILAI BOD DAN COD LIMBAH CAIR TAHU. (2026). JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH, 9(4), 6987-6995. https://doi.org/10.54314/jssr.v9i4.7116